Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Sayang, Kapalku Kandas, Miring Sekali

Satu dari sebagian besar anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal Costa Concordia yang tenggelam

Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Surya, Sri Handi Lestari

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Satu dari sebagian besar anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal Costa Concordia yang tenggelam di perairan Italia adalah Mohammad Imron (52), warga Jl Griya Blok AB Kota Bangkalan, Madura.

Istri Imron, Ratna Sari, ketika dihubungi via telepon mengakui sudah mendengar kabar peristiwa itu dan menyatakan suaminya selamat dan dalam kondisi baik-baik saja. “Alhamdulilah, kondisinya sehat dan baik. Dia berhasil menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, wanita yang akrab dipanggil Sari itu mengaku, mendengar kabar kandasnya kapal tempat suaminya bekerja, pada Sabtu subuh, sekitar pukul 04.30 WIB. Kabar itu diterima via sms oleh Imron sendiri. Bunyi SMS-nya,” Han, kapal dalam keadaan darurat. Kandas. Semoga Selamat. Kapal tambah miring.”

SMS itu membuat Sari yang dipanggil Imron dengan “Han” dari kata Honey yang berarti sayang itu langsung syok.

“Aku langsung diam dan lemas. Tidak bisa berkata apa-apa. “Tapi saya langsung menyebut nama Allah dan mendoakan suami saya. Sambil dada saya ini dag-dig-dug kencang sekali,” ungkapnya.

Setelah itu, ada SMS kedua dari Imron. “Han, kapalku kandas. Miring sekali. Aku sudah menyelamatkan diri. Sekarang sudah di darat. Mohon doanya semoga tidak terjadi apa-apa”. SMS kedua itu membuat hati Sari sedikit tenang. Dia bisa menghubungi anak pertamanya, Farid (19) yang juga sebagai pelaut di Dumai, Riau.
Kemudian anak kedua dan ketiganya yang mondok di Jombang dan Malang. Sedangkan anak keempat dan kelima yang bungsu, Fahira, 9 bulan, ada di rumahdan masih belum paham apa yang terjadi dengan bapaknya.

Rekomendasi Untuk Anda

”Tapi begitu saya kabari, anak-anak langsung menghubungi bapaknya via sms, telpon, dan internet pakai jaring sosial Facebook. Bahkan, bapaknya itu sempat merekam dan memasukkan gambar saat kapalnya pelan-pelan tenggelam,” ungkap Sari.

Imron, menurut Sari sudah menjadi pelaut lebih dari 20 tahun. Tergabung dengan kapal Costa Concordia, baru sekitar 5 bulan lalu usai melamar di PT Indo Marine. Dia dikontrak untuk bekerja di kapal itu hingga Mei 2012. Tapi sekitar dua minggu yang lalu, Imron yang berpengalaman sebagai awak bagian passengger itu, mengaku sudah capek dan ingin pulang ke Bangkalan.

“Padahal baru empat bulan ikut kapal itu. Saat itu juga saya tanya, kontraknya kan masih lama, mengapa ingin berhenti. Dia hanya jawab capek dan ingin di rumah saja,” lanjut Sari.

Firasat lain, sebenarnya sudah didapat Sari, saat anak bungsunya, Fahira pada Sabtu sekitar pukul 02.00 WIB, rewel dan menangis keras tidak mau berhenti.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas