Keluarga PNS Cantik: Kami Tak Dendam pada Pelaku
Kendati anaknya menjadi korban pembunuhan keji, keluarga korban Lindy Melissa Pandoh mengaku tidak dendam pada pelaku pembunuhan.
Editor:
Anwar Sadat Guna
Laporan Wartawan Tribun Manado Lucky F Kawengian
TRIBUNNEWS.COM, TONDANO - Kendati anaknya menjadi korban pembunuhan keji, keluarga korban Lindy Melissa Pandoh mengaku tidak dendam pada pelaku pembunuhan.
Dr Max Ruindungan, kerabat Lindy yang membawakan ucapan selamat datang kepada para pelayat di rumah duka, mengatakan, keluarga sangat terpukul atas kejadian tragis yang menimpa Lindy.
"Kami terpukul dengan kejadian ini, namun keluarga tidak dendam pada pelaku. Pihak keluarga meminta ada gerakan anti kekerasan agar kejadian yang menimpa anak kami ini tidak terjadi lagi," ujar Max Ruindungan.
Sebelumnya beberapa komentar sempat muncul di jejaring sosial yang minta supaya pelaku dihilangkan nyawanya dengan cara keji.
Bahkan dikabarkan rumah tersangka Winzy di Minahasa mendapat serangan dari orang tak dikenal.
Ribuan kerabat, sahabat, dan warga Seretan, Kecamatan Lembean Timur menghadiri ibadah pemakaman Lindy Pandoh, Senin (23/1/2012).
Ibadah pemakaman dilaksanakan di rumah paman korban, Keluarga Pando Adam di Desa Seretan, Jaga IV.
Ribuan orang yang berkumpul di tempat tersebut, hingga bangsal yang disediakan keluarga tidak mampu menampung semua pelayat yang datang. Ibadah dimulai pukul 14.00 Wita.
Pejabat dari Pemkab Minahasa nampak hadir dalam ibadah tersebut, seperti Wakil Bupati Minahasa Jantje W Sajouw, Wakil Bupati Minahasa Selatan Sonny Tandaju, Ketua DPRD Minahasa Frits Tairas, dan Wakil Ketua DPRD Minahasa, Denny Tombeng.
Baca tanpa iklan