Polda Lampung Terjunkan 600 Petugas untuk Cegah Kerusuhan
Polda Lampung menurunkan sekitar 600 petugas gabungan dari Brimob Polda Lampung dan petugas Polres Lampung Selatan.
Editor:
Yulis Sulistyawan
Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Polda Lampung menurunkan sekitar 600 petugas gabungan dari Brimob Polda Lampung dan petugas Polres Lampung Selatan.
Menurut Kapolda Lampung Brigjend Jodie Rosetoe yang turun langsung menenangkan massa yang melakukan pembakaran di Dusun Napal, Kecamatan Sidomulyo, petugas akan tetap ditempatkan di dua wilayah Kecamatan Sidomulyo yang saling bertikai.
“Kita tetap akan menempatkan petugas hingga kondisi di Kecamatan Sidomulyo benar-benar kondusif,” ujarnya di Lampung Selatan, Selasa (24/1/2012).
Secara khusus Jodie Rosetoe meminta kepada warga untuk dapat menahan amarahnya dan tidak bertindak anarkis dengan melakukan perusakan.
Menurutnya, aparat kepolisan akan menyelesaikan permasalahan hukum yang melibatkan kedua warga dari kedua kampung yang memiliki suku yang berbeda tersebu.
Selain aparat dari kepolisian pengamanan kondisi di wilayah Kecamatan Sidomulyo yang bertikai juga melibatkan sekitar 200 personil TNI dari Kodim Lampung Selatan.
Sementara itu Kapolres Tanggamus, AKBP Harry Muharram Firmansyah, mengatakan bahwa pihaknya akan membentuk sekitar lima pos pengamanan di wilayah yang bertikai untuk menjaga keamanan.
Menurutnya, dalam aksi saling serbu yang terjadi pada Selasa kemarin tidak menimbulkan korban jiwa. Sejauh ini, lanjutnya, pihak Polres belum ada massa dari kedua belah pihak yang saling melakukan penyerbuan yang diamankan.
“Kita mencoba melakukan upaya damai. Karena kita berharap kondisi masyarakat dapat berjalan damai dan harmonis. Oleh karenanya, kita belum mengambil langkah pengamanan terhadap kedua massa yang saling bertikai. Sebab kita khawatir justru menimbulkan akses yang lebih besar nantinya,” paparnya.