Pascakerusuhan, Warga Kotadalom Antisipasi Serangan Balasan
Situasi di Desa Kotadalom dan Dusun Napal, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan mulai kondusif
Editor:
Anwar Sadat Guna
Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Situasi di Desa Kotadalom dan Dusun Napal, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan berangsur kondusif pascakerusuhan yang mengakibatkan 60 rumah warga Napal terbakar.
Tidak ada pergerakan massa dari kedua belah pihak. Seperti isu yang beredar di masyarakat bahwa akan ada serangan susulan.
Untuk mengantisipasi situasi, hari ini, Rabu (25/1/2012), aparat keamanan dari kepolisian dan TNI masih terus berjaga-jaga.
Masyarakat Desa Kotadalam pun masih terus meningkatkan kewaspadaannya. Khawatir akan terjadi penyerangan balik dari warga Dusun Napal.
"Kita masih menyiagakan pasukan di beberapa tempat untuk mengamankan situasi," ungkap Kapolres Lampung Selatan, AKBP Harry Muharam Firmansyah.
Bentrok antara warga Dusun Kotadalam dengan warga Dusun Napal, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan sebenarnya nyaris terjadi Minggu (22/1/2012) sekitar pukul 20.30 WIB.
Pemicunya bermula dari sikap Dicky (18), warga Dusun Napal yang menggeber sepeda motornya di sekitar areal parkir Pasar Sidomulyo. Perbuatannya mendapat teguran dari Ridwansyah (43), petugas parkir pasar.
Kurang senang mendapatkan teguran tersebut, Dicky pun memukul dada Ridwansyah. Mendapatkan perlakuan tersebut, Ridwansyah tidak melawan karena melihat Dicky bersama dengan empat temannnya.
Ridwansyah kemudian pulang ke rumahnya di Kotadalom. Ia menceritakan perisitwa yang dialaminya kepada warga lainnya yang kemudian langsung menyisir Pasar Sidomulyo.
Warga mendapati dua pemuda asal Kecamatan Way Panji, yakni Komang Warta (18) dan rekannya Wayan Pradite (15), sedang makan bakso.
Keduanya tidak mengetahui permasalahan tersebut sebelumnya. Akibat dari salah pukul, tokoh masyarakat dari Desa Balinuraga mendatangi Mapolsek Sidomulyo dan meminta pertanggungjawaban atas penganiayaan itu.