Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pascakerusuhan, Warga Kotadalom Antisipasi Serangan Balasan

Situasi di Desa Kotadalom dan Dusun Napal, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan mulai kondusif

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Situasi di Desa Kotadalom dan Dusun Napal, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan berangsur kondusif pascakerusuhan yang mengakibatkan 60 rumah warga Napal terbakar.

Tidak ada pergerakan massa dari kedua belah pihak. Seperti isu yang beredar di masyarakat bahwa akan ada serangan susulan.

Untuk mengantisipasi situasi, hari ini, Rabu (25/1/2012), aparat keamanan dari kepolisian dan TNI masih terus berjaga-jaga.

Masyarakat Desa Kotadalam pun masih terus meningkatkan kewaspadaannya. Khawatir akan terjadi penyerangan balik dari warga Dusun Napal.

"Kita masih menyiagakan pasukan di beberapa tempat untuk mengamankan situasi," ungkap Kapolres Lampung Selatan, AKBP Harry Muharam Firmansyah.

Bentrok antara warga Dusun Kotadalam dengan warga Dusun Napal, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan sebenarnya nyaris terjadi  Minggu (22/1/2012) sekitar pukul 20.30 WIB.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemicunya bermula dari  sikap Dicky (18), warga Dusun Napal yang menggeber sepeda motornya di sekitar areal parkir Pasar Sidomulyo. Perbuatannya mendapat teguran dari Ridwansyah (43), petugas parkir pasar.

Kurang senang mendapatkan teguran tersebut, Dicky pun memukul dada Ridwansyah. Mendapatkan perlakuan tersebut, Ridwansyah tidak melawan karena melihat Dicky bersama dengan empat temannnya.

Ridwansyah kemudian pulang ke rumahnya di Kotadalom. Ia menceritakan perisitwa yang dialaminya kepada warga lainnya yang kemudian langsung menyisir Pasar Sidomulyo.  

Warga mendapati dua pemuda asal Kecamatan Way Panji, yakni Komang Warta (18) dan rekannya Wayan Pradite (15), sedang makan bakso.

Keduanya tidak mengetahui permasalahan tersebut sebelumnya. Akibat dari salah pukul, tokoh masyarakat dari Desa Balinuraga mendatangi Mapolsek Sidomulyo dan meminta pertanggungjawaban atas penganiayaan itu.

Sumber: Tribun Lampung
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas