Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dian Masih Trauma dengan Kata 'Serbu'

Sisa kegetiran dan rasa takut masih nampak menghiasi wajah para anak-anak warga Dusun

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Sisa kegetiran dan rasa takut masih nampak menghiasi wajah para anak-anak warga Dusun Napal Desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo yang mengungsi.

Meski mereka berusaha untuk bergembira bersama teman-temannya saat mengikuti permainan dari tim konseling kesehatan jiwa masyarakat RSJ Kurungan Nyawa Pesawaran yang memberikan bimbingan psikologis pada mereka.

Para anak-anak yang rata-rata duduk dibangku sekolah dasar tersebut dengan seksama mendengarkan arahan permainan yang disampaikan oleh tim dari RSJ. Sekali waktu canda tawa diantara mereka pecah.

Mereka seperti ingin melepaskan rasa takut yang sempat menghinggapi diri mereka saat bersama dengan orang tua mereka mengungsi ke kebun karet untuk menghindari amukan massa yang menyerbu ke dusun mereka pada Selasa (26/1/2012).

Seperti yang diungkapkan oleh Ketut Narte dan Agus Suwardika, dua anak pengungsi yang kini duduk dikelas 6 SDN 1 Sidowaluyo kepada Tribunlampung ditempat pengungsian pada Kamis (26/1/2012).

Menurut keduanya, saat terjadi penyerbuan ke dusun mereka, ia diajak oleh kedua orang tuanya mengungsi ke kebun karet. Bersama dengan keluarganya, keduanya terpaksa harus tidur ditengah kebun karet dalam kegelapan malam dan gigitan nyamuk.

Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya baru kembali ke Dusun Napal pada Rabu (25/1/2012) kemarin. Dan mendapati rumah mereka telah menjadi puing-puing habis terbakar.
“Hanya bagian belakang rumah dan kandang ternak yang masih utuh. Selebihnya habis terbakar,” ujar Ketut Narte dengan mimik kecut.

Kedua sangat menghawatirkan pendidikan mereka. Pasalnya dalam beberapa bulan kedepan keduanya akan mengikuti ujian akhir nasional yang menentukan kelulusan mereka dari sekolah dasar.

Keduanya sudah sangat ingin untuk kembali ke bangku sekolah. Agar dapat mempersiapkan diri menghadapi UN. Menurut keduanya, rencananya pada Selasa (24/1/2012) lalu mereka akan mengikuti try out UN.

Namun dengan adanya peristiwa bentrokan yang berdampak pada aksi penyerbuan massa dari Kotadalam ke dusun mereka, membuat pihak sekolah menghentikan proses belajar mengajar untuk sementara waktu.

“Kita ingin segera kembali sekolah. Mempersiapkan diri untuk menghadapi UN nanti dengan mengikuti try out,” ungkap Agus.

Hal yang sebaliknya justru diungkapkan oleh Dian Putu, salah seorang remaja putri yang turut mengungsi bersama dengan keluarganya. Menurut siswa kelas 1 SMA tersebut, hingga saat ini ia masih merasa trouma dengan peristiwa yang terjadi pada Selasa lalu tersebut.

Ia mengaku masih merasa takut bertemu dengan orang yang sedang ramai berkumpul. Selaint itu, ia juga sangat berasa takut jika ada orang yang mengungkapkan kata “Serbu”.

“Saya terkadang sering berhalusinsi dengan  kejadian kemarin. Tidak jarang pada malam hari pun terbawa dalam mimpi. Sehingga membuat saya sulit untuk tidur,” tuturnya.

Sumber: Tribun Lampung
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas