Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Aksi Jambret Marak di Atambua

Aksi jambret di Kota Atambua,NTT, semakin marak dalam beberapa hari terakhir. Sasaran jambret pada umumnya kaum ibu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Romualdus Pius
Memuat video…

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Hayon

TRIBUNNEWS.COM,ATAMBUA - Aksi jambret di Kota Atambua,NTT, semakin marak dalam beberapa hari terakhir. Sasaran jambret pada umumnya kaum ibu yang tengah mengendarai kendaraan bermotor ataupun berjalan menenteng tas pribadi di tempat keramaian.

Kasus terakhir terjadi pekan lalu di jalan depan rumah jabatan bupati Belu.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang di Atambua, Sabtu (4/2/2012) menyebutkan, aksi oknum penjambret tas milik kaum wanita belakangan ini marak di Kota Atambua.

Oknum pelaku menggunakan kendaraan roda dua dan menutup wajah dengan helm. Ketika melihat sasaran, oknum penjambret membuntutinya dari belakang kemudian menarik tas dari pemiliknya baik yang sedang mengendarai kendaran maupun berjalan kaki.

"Dalam seminggu ini sudah tiga kali kasus jambret. Modusnya dengan cara mendorong pengendara terutama ibu-ibu yang membawa tas. Kemarin (Jumat, 3/2/2012) terjadi di jalan depan rumah jabatan bupati Belu.

Setelah korban didorong, langsung tasnya diambil, pelaku langsung kabur. Ini kasus terbaru yang perlu diwaspadai warga terutama kaum ibu," ujar sumber Pos Kupang.

Rekomendasi Untuk Anda

Secara terpisah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belu, Ana Tiwu, menyatakan keprihatinannya terhadap maraknya kasus jambret itu.
Kondisi seperti ini mestinya cepat ditanggapi aparat Kepolisian Resor (Polres) Belu dengan melakukan patroli kota. Apabila masalah ini dibiarkan, jelas Ana, maka dampak ikutannya akan meluas dan tentu meresahkan warga terutama kaum perempuan.

"Saya kira ini kasus tidak bisa dibiarkan. Saya berharap aparat kepolisian termasuk aparat di tingkat kelurahan, RT/RW, untuk sama-samaa mengantisipasinya.

Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas