Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mayat Ene Ditemukan di Samping Rumah

Mayat seorang ibu bernama Rofina Ene, warga Kelurahan Susu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
Memuat video…

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

TRIBUNNEWS.COM, BAJAWA - Mayat seorang ibu bernama Rofina Ene, warga Kelurahan Susu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, ditemukan di samping rumahnya. Mayat yang diduga telah dikubur dua minggu yang lalu itu ditemukan oleh beberapa saudara korban, Sabtu (4/2/2012) sekitar pukul 15.00 Wita. Belum diketahui siapa pelaku pembunuhan terhadap korban. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Disaksikan Pos Kupang di lokasi penemuan mayat tersebut, terlihat ratusan warga sekitar datang melihat proses evakuasi jenazah. Kondisi mayat sudah membusuk dan baunya menyengat bahkan sebagian warga harus meninggalkan TKP karena tidak sanggup menahan bau. Penemuan mayat itu membuat warga kelurahan Susu dan Desa Ngoranale, bahkan sebagian warga Kota Bajawa geger.

Betapa tidak. Keluarga korban sejak korban menghilang dari rumah bersama suaminya pada tanggal 9 Januari 2012 hingga Jumat (3/2/2012) tidak mengetahui kalau korban sudah meninggal dan dikuburkan di samping rumahnya.

Keluarga korban baru menemukan korban yang sudah dikubur persis di samping rumah korban, Sabtu (4/2/2012) sekitar pukul 15.00 Wita.
Semenjak korban menghilang dari rumah tanggal 9 Januari 2012, beberapa saudara korban terus mencari di berbagai tempat, namun tidak ditemukan. Keluarga justru menemukan korban sudah menjadi mayat.

Salah satu keluarga korban, Paulus Wou Nono saat ditanya Pos Kupang di TKP mengatakan, mayat korban ditemukan oleh beberapa saudaranya, yakni Yohanes Bere, Yance Ruba, Fredi Nono, Jefri Nono, Erlan Djawa dan Rolin Logo.
Saat saudaranya pertama kali menemukan mayat korban, jelas Paulus, mereka menusuk pakai  bambu ke tanah setelah itu mereka menggali dengan skop. "Saat itulah mereka melihat mayat korban," kata Paulus yang juga Kepala Desa Ngoranale.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas