Istri Polisi Dirampok dan Dianiaya
warung kelontong milik polisi dirampok. Korban juga dianiaya perampok
Editor:
Yulis Sulistyawan
Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wiliem Wira Kusuma
TRIBUNNEWS.COM, TEBINGTINGGI - Warung kelontong milik Tari (36) yang berada di sisi Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, Kelurahan Pasar Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan, disatroni perampok, Kamis (9/2/2012) sekitar pukul 18.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan uang sebesar Rp 9,7 juta. Istri polisi ini juga mengalami luka robek di bagian muka, karena melakukan perlawanan.
Menurut keterangan korban kepada petugas yang langsung mendatangi lokasi, saat itu ia mengambil wudhu hendak menunaikan salat maghrib.
Dua orang pelaku masuk ke warung melalui pintu warung terbuka. Salah seorang pelaku langsung menodongkan celurit. Ia sempat melakukan perlawanan, namun pelaku memukulnya dengan dengan gagang celurit bagian muka sampai robek, serta pelaku lainnya juga memukul sampai tidak berdaya.
Pelaku langsung menuju meja kasir dan mengambil seluruh uang yang ada, sehingga ditotal kerugian sebesar Rp 9,7 juta.
"Sepertinya mereka sudah mengetahui di dalam laci meja ada uang, meskipun tidak dikasih tahu. Setelah itu kedua pelaku langsung kabur," ungkapnya kepada Sripoku.com.
Menurut keterangan tetangga korban, Sangkut, sore itu memang ada tiga orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor Yamaha Vega dan Suzuki Smash.
Salah satu dari mereka membeli pulsa di counternya, sedangkan dua orang lainnya ke warung korban. Setelah membeli pulsa, salah satunya kembali menunggu di atas motor.
"Tidak lama kemudian ia datang kembali dengan alasan pulsanya tidak masuk. Setelah dua temannya keluar warung dengan tergesa-gesa, mereka langsung naik motor dan melarikan diri," terangnya.
Kapolres Lahat, AKBP Benny Subandi melalui Kapolsek Urban Tebingtinggi, Kompol Dwi Utomo didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Sugianto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah turun ke lokasi dan melakukan olah TKP.