Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

PNS Tewas Telanjang di Hotel, Selingkuhannya Kabur

Kepala Sub Bagian Umum Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dengan inisial ES (54) tewas dalam keadaan telanjang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Romualdus Pius
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM,BANTUL - Kepala Sub Bagian Umum Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dengan inisial ES (54) tewas dalam keadaan telanjang di kamar nomor 1 hotel Nuri Indah, Dongkelan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, pada Selasa (7/2/2012) petang.

Diduga, warga Cembing, Jetis, tewas karena serangan jantung akibat overdosis obat penguat saat sedang selingkuh. Sementara pasangan selingkuhnya melarikan diri.

Informasi yang diperoleh Tribun Jogja (gorup Tribunpontianak.co.id) menyebutkan, kejadian berawal pada Selasa (7/2/2012) sekitar pukul 16.15. Waktu itu, pegawai negeri sipil (PNS) itu memesan kamar nomer 1 hotel Nuri Indah. Sekitar setengah jam kemudian perempuan yang diperkirakan berumur 40 tahun keluar kamar. Kepada karyawan hotel, perempuan itu mengaku akan membeli makanan dan minuman. Tapi tidak pernah kembali.

Ngadiman (35) petugas hotel yang menggantikan petugas sebelumnya pada 19.45 curiga dengan penerangan kamar no 1. Seluruh lampu kamar hotel menyala kecuali kamar nomer 1 itu. Karena penasaran, Ngadiman pun mengintip keadaan dalam kamar melalui ventilasi kamar dengan membawa senter.

"Saat itu petugas hotel itu menerangi kamar lewat celah-celah ventilasi. Ia melihat jasad pria dengan posisi miring kanan," kata Kanitreskrim Polsek Sewon Joko Wuryatmoko di kantornya, Rabu (8/2/2012) sore.
Ngadiman yang kaget langsung memanggil teman-temannya yang meneruskan ke Polsek Sewon. Sekitar pukul 20.00, pihak kepolisian datang dan bersama karyawan hotel masuk ke kamar nomer 1 itu. Saat menyalakan lampu, ternyata Edy Supriyanto sudah tewas dengan bekas muntahan dan darah di hidungnya.

"Korban langsung dibawa ke Sardjito untuk divisum luar. Hasil visum tersebut, korban mati karena lemas dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiyaan," tambahnya.

Sebenarnya, lanjutnya, untuk mengetahui lebih dalam perlu dilakukan visum dalam. Tetapi karena pihak keluarga, dalam hal ini istrinya, sudah mengikhlaskan. Keterangan ia peroleh menyebut kondisi rumah tangga korban tidak begitu harmonis.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia dan istrinya yang merupakan pegawai pemerintah provinsi, sudah pisah ranjang juga pisah rumah. Ia tinggal di Cembing, Jetis, sementara istrinya tinggal di Pandyean, Umbulharjo, Yogyakarta.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas