Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Rumah Bantuan Menpera Asal Jadi

Sebagian dari 500 unit rumah bantuan khusus Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dinilai asal jadi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Prawira

Laporan Wartawan Pos Kupang, Thomas Duran

TRIBUNNEWS.COM, SOE - Sebagian dari 500 unit rumah bantuan khusus Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dinilai asal jadi. Rumah tersebut dibangun pihak ketiga di beberapa wilayah di kabupaten ini.

Pantauan Pos Kupang, Rabu (8/2/2012), dua rumah bantuan khusus yang dibangun di Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat untuk keluarga Sam Bana (51) bersama Regina Bana (26) anaknya terkesan asal jadi.
Bahkan Sam menghentikan pembangunan rumah bantuan menpera untuk anaknya karena dinilai tidak sesuai ketentuan.

Kedua rumah semi permanen itu terlihat miring, dan tiang serta pintu dan kosen di kep secukupnya.
Demikian pun dinding bagian atas yang trebuat dari papan. Papan itu berasal dari kayu kemiri dan kayu kepok sehingga terlihat banyak cela diantara papan yang satu dengan papan yang lain dan berlantai semen kasar.

Sementara bangunan rumah untuk Regina anaknya yang berjarak kurang lebih 300 meter ke arah timur baru sebagian dinding bagian bawah dibangun pada sisi dan atap seng kanan bagian depan. Tiang dan koseng rumah ini juga dikep secukupnya hingga tampak miring tak beraturan.

Paulina Ukat (39) istri Sam Bana, mengatakan, dua rumah bantuan itu dibangun bulan November dan Desember 2012. Menurutnya, pembangunan dua rumah itu oleh kontraktor dan terkesan dikerjakan asal jadi.
"Mereka tidak pasang water pas dan bangun cuma begitu saja dengan tiang dan kayu seadanya. Juga campuran semen 15x 1. Dinding ini tidak kuat karena semen mudah rubuh. Juga kayu papan tidak kuat kerena dari kayu kemiri dan kepok," katanya.

Menurut Ukat, ketika dibangun pengawas sempat menyuruh bongkar semua papan dan menggatikan dengan yang baru. Nnamun setelah pengawas pulang tukang memasang kembali papan sehingga hasilnya seperti ini.
Walau demikian, lanjut Ukat, suaminya tetap menerima kondisi rumah apa adanya. "Tapi bapak menghentikan pembangunan ruah untuk anak kami. Bapak lihat cara kerja tidak bagus. Bahkan rumah diokfol/timbun dengan rumput lalu dilapisi tanah putih. Bapak tidak terima dan meminta kontraktor menghentikan pembangunan," kata Ukat

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk diketahui, rumah bantuan khusus Menpera sebanyak 500 unit dikerjakan pihak ketiga dengan harga Rp 25 juta/unit.

Kontrak dilakukan di Dinas PU Propinsi NTT dan daerah/kabupaten cuma menyediakan lokasi.

Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas