DPRD Ketapang Kritik Lulusan SMK Sekadar Dapat Ijazah
Wakil Ketua DPRD Ketapang Budi Mateus meminta Dinas Pendidikan Ketapang mempunyai visi misi yang jelas terhadap keberadaan sekolah menengah
Editor:
Anwar Sadat Guna
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori
TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Wakil Ketua DPRD Ketapang Budi Mateus meminta Dinas Pendidikan Ketapang mempunyai visi misi yang jelas terhadap keberadaan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Ketapang.
“Pemerintah jangan hanya bisa membangun sekolah SMK saja, tapi harus ada terobosan yang jelas, termasuk di antaranya memberikan bantuan fasilitas penunjang yang bisa dipergunakan siswa untuk praktek, sehingga sekolah-sekolah tersebut bisa maju,” kata Budi Senin (13/2/2012).
Budi menegaskan, tujuan dibangunnya SMK bukan hanya sekedar meluluskan siswa dengan nilai ijazah yang tinggi.
Namun bagaimana setelah mereka lulus sudah siap bekerja di bidangnya masing-masing.
“Selama ini saya melihat lulusan SMK hanya punya ijazah, namun mereka belum siap bekerja. Padahal tujuan didirikan SMK adalah agar mereka bisa menjadi tenaga yang siap kerja,” tegasnya.
Beberapa waktu lalu, Komisi II DPRD Ketapang mengunjungi SMK di Solo yang berhasil merakit mobil esemka.
Tujuan mereka mengunjungi sekolah tersebut adalah untuk mencari tahu bagaimana sekolah tersebut bisa maju, bahkan mampu merakit mobil.
Dari hasil perbincangan yang dilakukan dengan pihak sekolah, ternyata keberhasilan SMK tersebut tidak terlepas dari peran serta pemerintah setempat yang selalu memberikan perhatian kepada SMK.
“Di Ketapang ini tidak perlu harus sampai membuat mobil seperti yang di sana (Solo), tapi minimal setelah mereka lulus siap terjun ke dunia kerja, itu sudah lebih baik. Jadi bukan seperti sekarang ini lulusan SMK hanya mendapat ijazah saja,” tegasnya.