Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siswa di Solo Naik Becak Sambil Main Internet

Sebanyak 115 becak berbaris rapi di Jalan Slamet Riyadi, depan Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo, Jateng, Joko Widodo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Romualdus Pius

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNNEWS.COM,JOGJA - Sebanyak 115 becak berbaris rapi di Jalan Slamet Riyadi, depan Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo, Jateng, Joko Widodo alias Jokowi, Minggu (12/2/2012) pagi.

Becak-becak itu mengangkut 230 siswa yang membawa laptop. Mereka mengikuti Trial Hot Zone, yakni kawasan gratis akses internet yang disediakan Pemkot Solo.

Sambil memangku laptop berwarna hitam, Filosovia Eva R, salah seorang siswa yang naik becak, terlihat bingung. Mengenakan kaos putih dan celana jeans, ia duduk berdua bersama  temannya, yang juga membawa laptop. Siswa SMA 2 Batik Solo ini mencoba mengkoneksikan laptop kesayangannya dengan wireless.

Rupanya, laptop tersebut tak segera tersambung ke jaringan internet. Meski berkali-kali dicoba, sinyal jaringan dari peranti nirkabel itu tak mau nyangkut di laptop hitam milik remaja yang akrab disapa Sovi ini. "Kok susah nyambung, yah? Sudah tak coba berkali-kali tapi tetap tidak bisa. Apanya yang salah?" katanya, di kawasan Car Free Day, Jalan Slamet Riyadi, Solo.

Beberapa saat sebelumnya, setelah dibuka dan diberangkatkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota, FX Hadi Rudyatmo, ratusan becak berkonvoi menuju ke arah timur, ke kawasan  Taman Sriwedari. Sambil duduk santai di becak yang melaju pelan, para siswa asyik bermain komputer jinjing. Para siswa  SMP dan SMA se-Solo itu diminta Pemkot Solo untuk menjajal koneksi jaringan di titik yang lain apakah bisa berfungsi baik.

"Masih tetap tidak mau nyambung. Apa mungkin laptop saya, ya?  Ini kalau pakai BB (Blackberry, Red) saya, internetnya (wireless, Red) bisa nyambung," ujar Sovi.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Sovi, ia diberi tugas untuk melihat live streaming lalu lintas di website Dishubkominfo. Setelah itu, ia dan peserta lain akan diberi pertanyaan sebagai evaluasi saat kembali ke titik start.

Hal sama dialami Dwi Putri Kusuma, rekan sebecak Sovi. Laptopnya juga tak mau nyambung ke jaringan wireless. Justru ponsel pintar Blackberry yang terkoneksi dengan jaringan internet yang dipasang PT Indomaya Wira Sejahtera dan Whuzz  itu.

"Tadi sempat nyambung sebentar pas di depan Loji Gandrung, setelah itu tak mau nyambung lagi," keluh remaja yang akrab disapa Uwik ini.

Kabid Informatika Dishubkominfo Solo, Sugiyanto, mengatakan ada empat titik yang dipasang antena wireless saat uji coba. Keempatnya dipasang dari depan Loji Gandrung hingga kawasan Stadion Sriwedari. Jumlah itu akan ditambah lagi hingga 178 titik dari pintu masuk Kota Solo di sebelah barat,  yaitu Pasar Kleco, hingga ke arah ke luar kota, di sebelah timur, yakni di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

"Pemasangan ini untuk mewujudkan Solo sebagi Kota Cyber. Selain juga untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses internet gratis," kata Sugiyanto.

Dengan sistem itu, jaringan internet berkecepatan hingga 5 Mbps bisa dinikmati masyarakat secara cuma-cuma. Hanya, setiap orang akan diberi waktu dua jam, setelah itu jaringan akan otomatis terputus. Langkah ini dilakukan agar pengusaha internet tak kehilangan pelanggan.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas