Sipir Lapas Kerobokan Ketakutan Hadapi Massa Napi
Hampir 10 jam polisi meredam kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemsayarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasa, Bali.
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Hampir 10 jam polisi meredam kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemsayarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar, Bali. Kerusuhan dimulai pada pukul 23.00 WITA Selasa (21/2/2012) dan baru bisa dikendalikan sekitar pukul 09.00 WITA, Rabu (22/2/2012).
"Mereka (Napi) melempari petugas kita dengan batu, jadi banyak dari bekas-bekas paving block yang dibongkar yang digunakan untuk melempari petugas," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2012).
Aksi anarkis yang dilakukan para Napi, membuat petugas Lapas ketakutan. Selain itu sipir pun kewalahan meredam massa yang begitu besar.
"Kemudian dari sipir keluar semua, tidak berani di dalam karena jumlah napi yang banyak. Mereka juga mengunci pintu Lapas dari dalam, sehingga kita tidak bisa masuk, artinya kita harus paksa," ungkap Saud.
Kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar, Bali Selasa malam (21/2/2012)sekitar pukul 23.00 WIB ditenggarai adanya kejadian penusukan seorang narapidana di dalam Lapas, Minggu (19/2/2012).
"Kasus tersebut diawali peristiwa sebelumnya ada kasus perkelahian antar Napi dimana seorang Napi ditusuk, kemudian pada saat dari pihak korban mencari barang bukt pisau yang digunakan saat penusukan, petugas jaga (Lapas) mengatakan tidak mengatahui," tutur Saud.
Akibat ketidak puasan terhadap jawaban pihak Lapas, akhirnya Napi yang menjadi korban penusukan tersebut mempropokasi penghuni Lapas yang lain sehingga terjadilah bentrokan tersebut.
"Pertama pintu depan (Lapas) dijebol dan kemudian mereka langsung membakar ruang registrasi, lalu ruang Kalapas, dan marasuk ke gudang senjata," ungkap Saud.
Beruntung pada saat para Napi merangsak masuk ke Gudang senjata, polisi dan petugas lapas sudah mengevakuasi senjatanya.
"Sebelumnya senjata sudah dikeluarkan oleh petugas kita dan lapas sehingga senjata aman," terangnya.