Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Banjir Bandang di Pasaman Satu Orang Hanyut

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir bandang di Pasaman menimbukan kerusakan besar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir bandang di Pasaman menimbukan kerusakan besar. Banjir yang terjadi di Kecamatan Simpang, Pasaman itu terjadi pada Rabu (22/2/2012) pukul 18.00 WIB.

"Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB bersama BPBD Pasaman dan lainnya terus  melakukan penanganan darurat hingga saat ini," kata Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Akibat banjir tersebut, satu orang hilang hanyut terseret banjir bandang, tiga orang luka-luka dan telah dibawa ke RS  Lubuk Sikaping.

Sementara  200 kepala keluarga telah diungsikan ke SD 03 Simpang. Kerugian material meliputi 25 rumah rusak berat, 35 rumah rusak sedang, 60 rumah rusak ringan,  1 masjid rusak berat, 2 mushola rusak sedang, dan 1 jembatan rusak berat, dan 3 jembatan rusak sedang.

"TRC BNPB, BPBD Kab. Solok, Kab.Tanah Datar, Kab.Pasaman Barat telah melakukan evakuasi terhadap korban. Hingga saat ini masih dilakukan pendataan dan inventarisasi kebutuhan," ujarnya.

Sutopo mengaku total kerusakan dan kerugian masih dalam perhitungan dengan menggunakan metode Damage and Lossess Assessment. Posko tanggap darurat telah didirikan dan seluruh tim yang terdiri dari BNPB, BPBD, TNI, POLRI, Dinkes, PMI, Basarnas melakukan koordinasi. Logistik dan peralatan bantuan BNPB yang berada di gudang BPBD Sumatera Barat telah dikirim ke lokasi bencana untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Pada sore ini, kata Sutopo, material longsor yang menghalangi jalan sudah berhasil disingkirkan. Jalan yang tertutup selama ini sudah terbuka dan dipakai. Alat berat masih siaga di lokasi banjir bandang. Listrik sedang diupayakan malam hari ini bisa nyala. Petugas sudah menggali lubang untuk tiang darurat, tapi cuaca yang terus hujan menunda pekerjaan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kebutuhan mendesak bagi para pengungsi antara lain selimut, terpal, air bersih, kebutuhan sandang dan pangan beserta alat penerangan," tukasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas