Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hera Bunuh Anak, Lalu Bunuh Diri

Warga Kampung Cijagra, Desa/Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, dibuat gempar dengan ditemukannya jasad

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, BOJONGSOANG - Warga Kampung Cijagra, Desa/Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, dibuat gempar dengan ditemukannya jasad seorang wanita dengan urat nadi di pergelangan tangan kirinya terputus. Mayat itu tergeletak di sebuah selokan di pinggir jalan kampung tersebut, Jumat (2/3) sekitar pukul 10.00.

Warga pun semakin geger karena sekitar 50 meter dari tempat ditemukannya mayat wanita itu, masih di saluran selokan yang sama ditemukan bocah laki-laki juga sudah tak bernyawa. Wajah dan tubuh bocah itu pucat dan membiru. Diduga tubuhnya sudah nyungsep di selokan sedalam 1 meter itu sejak Jumat (2/3) dini hari.

Belakangan diketahui wanita itu bernama Herawati (37) dan bocah laki-laki itu adalah Andika (4), anak keempat sekaligus anak bungsu Herawati. Ibu dan anak ini adalah warga Kampung Cigebar, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang. Rumahnya berjarak sekitar 700 meter dari lokasi ditemukannya mayat mereka.

Berdasarkan penyelidikan polisi, Herawati nekat bunuh diri dengan mengiris urat nadinya sendiri menggunakan sebilah pisau. Sebelumnya, wanita berkulit gelap itu secara keji membunuh Andika, anak bungsunya, dengan menenggelamkan tubuhnya di selokan tersebut.

Diduga lokasi penenggelaman anaknya, sama persis di tempat Herawati bunuh diri. Namun karena sebelumnya turun hujan sehingga arus selokan selebar satu meter itu cukup deras dan menghanyutkan tubuh bocah malang tersebut. Tak heran, lokasi penemuan jasad keduanya pun berjarak sekitar 50 meter.

Kapolres Bandung AKBP Sandi Nugroho melalui Kapolsek Bojongsoang AKP Sutarman mengatakan, polisi berkesimpulan korban terlebih dulu membunuh anaknya lalu bunuh diri setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi.

Pihaknya, kata Sutarman, juga menemukan sebuah surat wasiat dari korban yang ditulis tangan dalam bahasa Sunda. Surat itu ditulis diatas secarik kertas dan disimpan diatas meja. Isi surat itu menyebutkan, korban meminta maaf kepada keluarganya karena sudah tidak tahan hidup di dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Motif bunuh dirinya karena terhimpit persoalan ekonomi. Keluarga ini banyak utang, terutama utang suaminya. Korban juga sakit hati kepada suaminya karena sering diperlakukan kasar. Rumah tangganya sering cekcok. Karena sudah tak tahan dengan kondisi seperti itu, korban memilih bunuh diri," kata Sutarman di Bojongsoang, kemarin.

Menurut penuturan Agus (35), warga setempat, korban diketahui meninggalkan rumah dengan menggendong anaknya pada Jumat (2/3) sekitar pukul 02.00. Diduga eksekusi pembunuhan sekaligus bunuh diri itu terjadi setengah atau satu jam setelah korban meninggalkan rumahnya.

Suami korban, Ade Rusli (43) dan tiga anaknya yang lain, kemarin belum bisa dimintai keterangan. Mereka masih syok dan berduka dengan kejadian ini. Polisi kata Sutarman, segera akan memintai keterangan dari Ade Rusli dan anak-anaknya.

Karena permintaan keluarga dan tokoh masyarakat setempat, kedua jenazah tidak diautopsi. Untuk itu pihak keluarga telah membuat surat pernyataan diatas segel yang ditujukan untuk polisi. Setelah dimandikan dan disalatkan, kedua jenazah kemudian dimakamkan di TPU Kampung Cibeber, Desa Bojongsoang.

"Keluarga telah menanggap ini sebuah musibah, makanya mereka membuat surat pernyataan meminta agar jenazahnya tidak diautopsi. Kedua jenazah langsung dimakamkan sore harinya," ujar Sutarman. (san)
==

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas