Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pasien Suspect Flu Burung Meninggal Dunia

Atep (42), pasien suspect flu burung yang dirawat di RSHS sejak Selasa (28/2/2012), meninggal dunia di Ruang Isolasi Flamboyan,Sabtu (3/3/2012).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Romualdus Pius

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andra Oktaviani

TRIBUNNEWS.COM,BANDUNG - Atep (42), pasien suspect flu burung yang dirawat di RSHS sejak Selasa (28/2/2012), meninggal dunia di Ruang Isolasi Flamboyan sekitar pukul 20.15, Sabtu (3/3/2012).

Jenazahnya langsung dibawa ke kamar jenazah RSHS dan dibawa pulang oleh keluarganya sekitar pukul 22.15 di hari yang sama.

"Pasien tersebut mengalami gagal organ ganda sehingga sudah tidak dapat tertolong," ujar Juru Bicara Tim Medis Penyakit Menular Khusus RSHS Bandung, dr Primal Sudjana, kepada Tribun melalui sambungan telepon, Minggu (4/3/2012) siang.

Sebelumnya pasien masih mengalami gagal nafas sehingga harus menggunakan ventilator. Beberapa organ lainnya pun kondisinya tidak baik.

"Masih gagal ginjal, gagal hati, tekanan darah tidak stabil, dan juga trombositnya jauh dari normal. Ketika masuk trombositnya hanya 7000 saja. Harus dinaikkan karena beresiko pendarahan. Normalnya itu 150.000," dr Primal Sudjana, Jumat (2/3/2012).

Semenjak dirujuk ke RSHS, Selasa (28/2/2012), kondisi pasien sempat mengalami sedikit kemajuan terutama trombosit. Sedangkan untuk kondisi organ lainnya tidak ada perkembangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Pasien tersebut mulai merasa tidak enak badan pada Kamis (23/2/2012), keesokan harinya ia berobat ke dokter umum. Kondisinya tak kunjung membaik, malah sempat mengalami sesak nafas.

Pada Senin (28/2/2012), pasien dibawa oleh keluarganya ke RS Immanuel untuk mendapat perawatan. Kondisinya terus memburuk hingga keesokan harinya, Selasa (29/2/2012) petang, pasien dipindahkan ke RSHS dan langsung masuk Ruang Isolasi Flamboyan. Pasien menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 20.15, Sabtu (3/3/2012).

Virus AI yang diduga menjangkit pasien tersebut tidak hanya bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan unggas, tapi juga kontak dengan kotoran unggasnya.

Pasien memang diketahui memelihara berbagai unggas di sekitar tempat tinggalnya. Bahkan beberapa bulan lalu, itik milik pasien mati.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas