Tabrakan Sebabkan Nagreg Macet Total
Kepala Polres Bandung Ajun Komisaris Besar Sandi Nugroho menambahkan
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Anugrah
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kepala Polres Bandung Ajun Komisaris Besar Sandi Nugroho menambahkan, saat ini pihaknya sedang membuat sketsa gambar kecelakaan di tempat kejadian perkara. "Kita telah amankan TKP dan beberapa petugas telah diturunkan untuk melancarkan arus lalu lintas," ucapnya.
Akibat kecelakaan tersebut, kata dia, kerugian ditaksir mencapai Rp 8 juta. Selain itu, korban tewas dan luka-luka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka.
Informasi yang dihimpun, Jalan Raya Nagreg sempat mengalami kepadatan sepanjang 300 meter seusai kecelakaan karena pengguna kendaraan banyak yang melambatkan lajunya untuk melihat proses evakuasi. Kondisi lalu lintas kemudian lancar setelah beberapa petugas melakukan rekayasa jalan dengan memindahkan jalur dari Tasikmalaya ke Bandung melalui Lingkar Nagreg.
Proses pengevakuasian korban kecelakaan lalu lintas pun dibantu oleh warga sekitar. "Kami bantu polisi untuk mengangkat para korban. Keneknya tewas terjepit elf. Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 15 menit," kata warga Kampung Warungbir RT 1 RW 2 Desa Ciherang, Hendi suhendi (48).
Menurut Hendi, setelah di evakuasi dari kendaraan elf yang terguling, para korban tewas dan luka-luka hanya digeletakan di pinggir jalan karena menunggu kendaraan ambulance yang terlambat datang. "Para korban harus menunggu waktu selama 30 menit untuk dibawa ke rumah sakit," ucapnya.
Ia pun menyarankan agar satu unit ambulance disiagakan tak jauh dari jalur Nagreg. Karena, kata dia, selama ini Nagreg memang dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan.