Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Duit Hasil Rampokan Emas Dipakai Untuk Modal Rumah Makan

Lai Broni (38), setelah melanglang buana melarikan diri kebeberapa daerah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribun Batam

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Lai Broni (38), setelah melanglang buana melarikan diri kebeberapa daerah. Akhirnya berhasil diamankan oleh anggota Buru Sergap (Buser) Sat Reskrim Polresta Barelang ditempat persembunyiannya di Ruko Nagoya Newton Blok L nomor 5, Selasa (28/3/2012) sekitar pukul 00.00 WIB.  

Tersangka (Lai-red) adalah satu dari puluhan pelaku perampokan bersenjata api (Senpi) di toko emas pasar Ciputat, Jakarta. Saat akan diamankan petugas, tersangka berusaha melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam.

Untuk menghindari jatuh korban dari pihak petugas yang melakukan penangkapan, akhirnya pelaku (Lai-red) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki sebelah kirinya. Bahkan masih dalam kondisi terluka, pelaku masih berusaha melepaskan diri dari tangan petugas dengan kaki yang sudah terluka.  

Dalam kondisi terluka menahan sakit di ruang unit Jatanras Satreskrim Polresta Barelang, Lai mengaku sudah tiga minggu berada di Batam. Namun sebelum melarikan diri ke Batam, katanya, setelah melakukan perampokan toko emas di Ciputat pada 24 Februari 2012 lalu, ia bersama temannya Bambang terlebih dahulu melarikan diri ke Purwokerto dan Jogjakarta.

"Waktu merampok itu, saya bertugas sebagai joki bang. Saya yang bawa mobil Kijang Avanza itu. Saat kawan-kawan melakukan perampokan di empat toko emas di pasar Ciputat itu, saya standby dalam mobil.  Paling lama 10 menit kawan-kawan merampok empat toko emas itu, setelah berhasil kami melarikan diri ke daerah Serang, Banten," ujar Lai dengan wajah meringis menahat sakit kakinya yang terluka.

Lai menceritakan, ada 12 orang teman-temannya yang ikut merampok di empat toko emas tersebut. Tujuh orang menggunakan senjata api, tiga orang menggunakan senjata tajam dan dua orang standby di atas mobil.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari empat toko emas tersebut, katanya, berhasil mendapatkan emas seberat 16 Kg.   "Saat datang ke pasar Ciputat itu, kami menggunakan dua mobil Kijang Avanza dan empat motor. Tapi setelah berhasil merampok, mereka berpencar," ujarnya.

Salah satu hasil rampokan yaitu emas yang telah dijual menjadi duit ratusan juta digunakan oleh Lai sebagai modal untuk usaha rumah makan.

Sumber: Tribun Batam
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas