Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ini Cara Warga Bantaeng Menghindari Penculikan Anak

Sejumlah orang tua di Kabupaten Bantaeng, terpaksa memotong rambut anak perempuan mereka seperti layaknya rambut anak laki-laki.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, BANTAENG- Sejumlah orang tua di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan terpaksa memotong rambut anak perempuan mereka seperti layaknya rambut anak laki-laki.

Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penculikan. Sudah lebih dari setahun terakhir, penculikan anak perempuan marak di daerah tersebut. Korban biasanya diculik saat orangtuanya tertidur di malam hari.

Salah satu warga bernama Lia (30), dengan alasan takut anaknya menjadi korban berikutnya, ia terpaksa memotong rambut panjang anak perempuannya yang masih berusia empat tahun seperti rambut anak laki-laki lainnya.

"Rambut anak saya awalnya panjang. Karena ada kejadian yang menimpa tetangga, saya jadi takut. Apalagi kami sering ditinggal suami pergi mencari ikan di tengah laut sehingga saya berinisiatif memotong rambut anak saya seperti anak laki-laki biar pelaku tidak jadi menculiknya," kata Lia yang ditemui dirumahnya di Kelurahan Lamakala, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin (26/03/2012).

Tidak hanya itu, kekhawatiran orang tua terhadap anak perempuannya yang masih kecil semakin resah selama aparat kepolisian belum juga menangkap pelaku penculik misterius itu.

Beberapa warga terpaksa ada yang mengungsi ke rumah orang tuanya atau bahkan ada juga beberapa orang tua mengikat anaknya dalam sarung bersama dirinya di saat mereka akan tidur.

Kasus penculikan anak perempuan yang masih berusia di bawah 10 tahun itu mulai menghantui warga Kabupaten Bantaeng sejak akhir tahun 2010 dengan tujuh orang korban. Satu di antaranya balita yang masih berusia delapan bulan. Hingga sampai saat ini, aparat kepolisian masih terus berupaya melakukan pencarian atas pelaku yang diduga dilakukan lebih dari pada satu orang.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas