Dua Guru dan Seorang Murid Hilang Diseret Arus
Dua guru SM3T, Rizky Susdianto dan Heru Ferdy A. Ahmad bersama Mundus Mutaebenu, hilang diseret arus laut di Pantai Tanjung Mas, Rabu (4/4/2012).
Editor:
alfons nedabang
Laporan Wartawan Pos Kupang, Julius Akoit
TRIBUNNEWS.COM, OELAMASI - Dua guru Sarjana Mendidik Daerah Tertinggal, Terbelakang dan Termiskin (SM3T), Rizky Susdianto dan Heru Ferdy A. Ahmad bersama Mundus Mutaebenu (murid), hilang diseret arus laut di Pantai Tanjung Mas, Desa Bioba Baru, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu petang (4/4/2012).
Tim SAR sudah turun ke lokasi untuk mencari. Namun, sampai Kamis sore ini (5/4/2012), ketiga korban belum ditemukan.
Rizky berasal dari Jawa Tengah, sedangkan Heru asal Bali. Keduanya baru tiga bulan mengajar di SMA Negeri 1 Amfoang Barat Daya. Sementara Mundus merupakan siswa kelas 2 di sekolah itu.
Pantai Tanjung Mas terletak di sebelah utara Pulau Timor, berjarak 129 Kilometer dari Kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT. Untuk mencapai lokasi ini, dengan menggunakan sepeda motor, perjalanan membutuhkan waktu 6-8 jam.
Medannya sangat sulit. Jika musim hujan seperti sekarang, jarak tempuh bisa mencapai belasan jam. Itu pun jika tidak terjadi longsor dan sungai tidak banjir.
Sekretaris Kecamatan Amfoang Barat Daya, Okto Bire membenarkan Rizky dan Heru serta Mundus hilang terseret arus.
"Sampai Kamis dini hari ini, warga masih terus melakukan pencarian di pantai. Namun dihentikan sementara karena terjadi pasang air laut dan arus makin kencang," jelas Okto Bire, saat dihubungi Kamis dini hari.
Tentang kronologi peristiwa, Bire memaparkan Rabu siang dua guru bersama beberapa siswa kelas 2 rekreasi di Pantai Tanjung Mas, mengisi waktu libur perayaan Paskah. Jarak pantai dan sekolah 4 kilometer.
"Setelah santap siang bersama, guru dan murid-murid main bola di pasir pantai. Bosan main bola, mereka ramai-ramai masuk ke laut untuk mandi," jelas Bire.
Ketika sedang asyik mandi, tutur Bire, Heru berteriak minta tolong lalu mulai tenggelam. Rizky yang mandi berdekatan dengan Heru mencoba menolong Heru. Namun keduanya diseret arus kencang.
"Muridnya bernama Mundus juga berupaya menolong, namun tidak berdaya. Bahkan ketiganya hilang diseret arus dan ditelan ombak," jelas Bire.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Hendrik Paut telah memerintahkan Tim SAR berangkat ke lokasi Rabu (4/4/2012) pukul 21.00 WITA.