Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Baliho Ucapan Selamat Paskah di Manado Dicabut

Pemerintah Kota Manado melalui petugas Satuan Polisi Pamong Praja mencabut puluhan baliho ucapan Selamat Paskah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Puluhan baliho ucapan selamat Paskah yang ditertibkan oleh Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara, melalui petugas Satuan Polisi Pamong Prajanya menuai kecaman dari masyarakat. Sebagian masyarakat menilai tindakan Pemkot tersebut sangat mamalukan.

Penertiban baliho Selamat Paskah terjadi Kamis (5/4/2012) hingga Sabtu (7/4/2012) di sejumlah jalan dan pagar depan beberapa gereja. Baliho ucapan selamat itu berasal dari sejumlah tokoh partai politik.

Kepala Dinas Tata Kota Manado Amos Kenda menyatakan tidak tahu-menahu soal pencabutan baliho. Ia enggan berkomentar banyak karena merasa bukan kewenangannya.

Sementara itu Kepala Satpol PP Manado Vicky Koagouw mengatakan, penertiban sesuai peraturan daerah. "Saya hanya menjalankan tugas. Baliho tidak berizin harus dicabut," ujar Vicky, Sabtu (7/4/2012).

Pihak gereja sendiri tak pernah melarang pemasangan baliho tersebut. "Orang mau mengucapkan selamat (Paskah) kenapa ditolak," kata Marten, pengurus sebuah gereja di Jalan Sam Ratulangi.

Marten heran terhadap sikap petugas Satpol PP Manado yang dinilai arogan mencabut baliho ucapan selamat. "Semestinya penertiban dilakukan sesudah Paskah. Kan Paskah berlangsung hari Minggu, hari Senin sudah bisa ditertibkan," katanya.

Kebijakan Pemkot Manado menertibkan baliho ucapan keagamaan mengejutkan masyarakat. Hitler Johanis, warga Karangria menyebut Wali Kota GSV Lumentut dan wakilnya, Harley Mangindaan, yang diusung Partai Demokrat, telah bertindak otoriter.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami pilih mereka bukan untuk mencabut baliho, tetapi mensejahterakan rakyat. Mana kesejahteraan nelayan, seperti yang dijanjikan," tutur Hitler.

Menurut Hitler, kejadian pencabutan baliho hanya terjadi pada era Lumentut. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas