Puluhan Mahasiswa Asal Palu Diturunkan dari Kapal
Kericuhan sempat mewarnai keberangkatan KM Lambelu di Pelabuhan Tanjung Perak, Minggu
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Surya, Miftah Faridl
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kericuhan sempat mewarnai keberangkatan KM Lambelu di Pelabuhan Tanjung Perak, Minggu (8/4/2012) dini hari tadi. Petugas Keammanan kapal Jurusan Surabaya-Makassar itu menurunkan 32 penumpang gelap yang semuanya berstatus mahasiswa.
Puluhan mahasiswa itu merupakan rombongan dari Jakarta. Mereka merupakan mahasiswa Universitas Tadolako Palu yang sempat mengikuti aksi penolakan kenaikan BBM di Jakarta. "Mereka sempat marah saat petugas menurunkan mereka karena tidak memiliki tiket," ujar Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Lily Djafar.
Beberapa mahasiswa yang memiliki tiket tidak terima dengan upayan petugas keamanan yang menurunkan paksa kawan-kawan mereka. Aksi dorong-dorongaN sempat terjadi. Bahkan seorang petugas keamanan nyaris tercebur ke laut. Karena situasi yang tidak sudah tidak kondusif, pihak kapal melaporkan kejadian ini ke polisi.
"Negosiasi sempat dilakukan. Namun tetap saja mereka yang tidak memiliki tiket tidak diperkenankan untuk naik. Petugas lantas melepaskan tali kapal dan kapal pun berangkat. Sedangkan puluhan mahasiswa di turunkan kembali ke dermaga. Mereka memang tidak memiliki bekal untuk membeli tiket," ungkap Lily.
Saat ini puluhan mahasiswa masih 'terdampar' di ruang tunggu. Mereka belum memutuskan bagaimana nasib mereka setelah gagal berangkat. Sejumlah polisi disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan yang ada.