Telantar, Aktivis Mahasiswa Palu Masih Bingung Pulang
Setelah gagal pulang, 32 aktivis mahasiswa asal Palu, Sulawesi Tengah mengaku bingung berbuat apa.
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Surya, Miftah Faridl
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Setelah gagal pulang, 32 aktivis mahasiswa asal Palu, Sulawesi Tengah mengaku bingung berbuat apa. Bekal mereka sudah habis sejak dari Jakarta. Hingga siang ini puluhan mahasiswa tersebut masih terlantar di Gapura Surya Pelabuhan Tanjung Perak.
Menurut Ivan, rombongan berangkat dari Jakarta pada Jumat (6/4/2012). Mereka membeli tiket kapal sesuai dengan tarif yang berlaku. "Nah uang kami habis untuk membeli tiket itu. Kita beli tiket Rp 194.000 dan berangkat Jumat sekitar pukul 18.30 WIB," ujar mahasiswa Stain Palu itu.
Dia dan kawan-kawannya sempat bernegosiasi dengan pihak PT Pelni. Tujuannya agar PT Pelni memberikan potongan harga tiket. "Kami tawar Rp 100.000 per orang. Tapi Pelni mintanya tetap Rp 233.000. Kami minta keringanan karena kita ini kan masih mahasiswa," ujar mahasiswa semester VI.
Masih menurutnya, pihak Polda Metro Jaya sebenarnya menjanjikan akan memulangkan mereka setelah insiden penangkapan di kantor LBH Jakarta saat bentrok berlangsung. "Teman-teman kami ada 10 orang yang tertangkap. Karena itu kami urusi mereka dulu sehingga tidak bisa pulang dan kehabisan bekal," imbuh Ivan.
Ditambahkan Agil, mereka sebenarnya hendak langsung menuju Makassar setibanya di Surabaya. Kapal yang mereka tumpangi memang hanya transit saja di Surabaya. Tiket yang mereka beli hanya sebatas sampai di Surabaya saja. Karena itu mereka turun dan tanpa sepengatahuan petugas kapal, mereka naik lagi.
"Kami naik ke dek paling atas. Tapi sekitar pukul 24.00 WIB, ada petugas yang sweeping. Kami diturunkan paksa. Kami ini hanya minta keringanan saja. Tentu akan kami bayar," tegas mahasiswa Universitas Tadulako Palu itu dengan nada geram.