Pagi Nanti Puncak Paskah Pemuda GMIM
Mulai Senin (9/4/2012) pagi nanti, Lapangan Tombatu di Kabupaten Minahasa Tenggara bakal menjadi lautan manusia.
Editor:
Anwar Sadat Guna
Laporan Wartawan Tribun Manado
TRIBUNNEWS.COM, RATAHAN - Mulai Senin (9/4/2012) pagi nanti, Lapangan Tombatu di Kabupaten Minahasa Tenggara bakal menjadi lautan manusia. Puluhan ribu Pemuda GMIM akan merayakan Paskah sekaligus HUT ke-86 Pemuda GMIM 2012.
Ketua umum panitia yang juga Wakil Bupati Mitra, Jeremia Damongilala berharap para peserta mempersiapkan diri semaksimal mungkin, termasuk tidak terlambat datang ke lokasi kegiatan.
"Kami berharap seluruh peserta hadir tepat waktu yakni pukul 09.00 Wita," kata Jeremia kepada Tribun Manado, Minggu (8/4/2012).
Masing-masing jemaat dipastikan akan mengirimkan puluhan pemuda sehingga totalnya akan menyentuh angka puluhan ribu manusia. "Acara ini akan diikuti oleh para pemuda dari 894 jemaat di 104 wilayah yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota di Sulawesi Utara," katanya.
Kegiatan hari ini akan diawali dengan Ibadat Agung di Lapangan Tombatu dan dilanjutkan dengan Pawai Alegoris Cerita Alkitab mulai dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru.
"Selain itu, pawai ini juga akan menampilkan potensi khas masing-masing wilayah terutama di bidang pertanian, perkebunan, dan kelautan," jelas Jeremia.
Lapangan Tombatu memang tak pernah sepi dari kegiatan. Sebelumnya, Sabtu (7/4/2012), ribuan jemaat GMIM dari enam gereja di wilayah Tombatu Timur bersatu hati dan melakukan pawai kendaraan menyambut Paskah.
Menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua, ribuan jemaat GMIM yang masing-masing telah menghias kendaraannya berkumpul mengelompok dan menunjukkan kreasi masing-masing.
Mengambil tema prosesi Kematian Yesus Kristus, masing-masing jemaat menghias perwakilan pawai gereja dengan tema masing-masing seperti mengubah air menjadi anggur, Yesus Disalibkan, perjamuan kudus dan tema-tema lainnya.
Pawai yang menyita perhatian adalah prosesi jalan salib yang dilakonkan oleh para pemuda dari GMIM Zaitun Mundung.
"Prosesi jalan salib memang sesuai dengan kejadian Yesus kala ditangkap dan sebelum disalibkan," ujar Penatua Vero Sumarauw selaku Penatua Pemuda GMIM Zaitun Mundung.