Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Telkomsel Alami Lonjakan Traffic akibat Panic Call Gempa

Di RSUD dr Pirngadi, ratusan pasien berhamburan keluar gedung rumah sakit dan berkumpul di area

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribun Medan

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Di RSUD dr Pirngadi, ratusan pasien berhamburan keluar gedung rumah sakit dan berkumpul di area parkir sambil melihat keadaan sekitarnya.

Bukan hanya pasien dan keluarganya, tenaga kesehatan dan karyawan rumah sakit milik Pemkot Medan itu juga turut berhamburan keluar gedung.

Sebagian besar pasien dan tenaga kesehatan tersebut hingga pukul 16.30 WIB masih enggan kembal ke dalam gedung takut adanya gempa susulan.

"Tidak ada laporan bahwa ada kerusakan di rumah sakit. Artinya gempa di Aceh itu tidak terlalu berdampak pada infrastruktur di rumah sakit. Kalau masalah paniknya pasien, itu kan wajar, kita yang sehat saja panik," kata Edison Perangin-angin, Kabag Humas RSUD Pirngadi Medan.

Gempa juga membuat aliran listrik di Kota Medan dan sekitarnya mengalami pemadaman.

Humas PLN Cabang Medan Budi mengakui adanya pemadaman aliran listrik akibat gempa tersebut. Namun ia belum mengetahui penyebab pemadaman tersebut, apakah disebabkan adanya kerusakan jaringan pembangkit atau upaya penjagaan semata.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemadaman listrik tersebut mengakibatkan sejumlah lampu pengatur arus lalu lintas di Kota Medan tidak berfungsi.

Setidaknya, pemadam lampu pengatur arus lalu lintas itu terjadi di persimpangan Jalan Kejaksaan, depan Palladium Plaza, dan simpang Jalan Raden Saleh.

Untuk menghindari kemacetan lalu lintas akibat pemadaman lampu tersebut, terlihat sejumlah petugas kepolisian mengatur arus lalu lintas.

Juru Bicara PLN Bambang Dwiyanto mengungkapkan, dua pembangkit listrik yang berlokasi di Belawan, Medan dan Banda Aceh mengalami pemadaman dengan total beban sebesar 130 MW.

Menurut Bambang, sesaat setelah gempa, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Belawan, Medan yang berkapasitas total 800 MW, terganggu sekitar 100 MW.

Sementara, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Aceh, Banda Aceh mengalami pemadaman sekitar 30 MW.

"Dengan total beban Sumatera bagian utara yang mencakup wilayah Sumatera Utara dan Aceh sebesar 1.450 MW, pemadaman sesaat setelah gempa tadi sekitar 130 MW," ujarnya.

Pascagempa, Telkomsel area Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami lonjakan traffic akibat panic call.

Telkomsel mencatat lonjakan hingga 100 persen dibandingkan traffic normal, yang didominasi panggilan telepon dan SMS, khususnya di wilayah Aceh dan dari luar Aceh.

Kenaikan traffic ini memenuhi setidaknya lebih kurang 4.500 Base Transceiver Station (BTS) milik Telkomsel yang tersebar di area Sumbagut.

Head of Corporate Communication Telkomsel Area Sumatera, Hadi Sucipto mengatakan terdata banyak panggilan dan SMS di wilayah Aceh.

Kebanyakan telepon dan SMS memang untuk mengetahui kabar sanak saudara mereka yang tinggal di daerah dekat lokasi pusat gempa.

Panic call ini ditambah lagi dengan terputusnya pasokan listrik akibat gempa yang membuat beberapa BTS sempat tidak berfungsi.

Namun Hadi Sucipto memastikan hal tersebut tidak berlangsung lama karena pihaknya menyediakan mobile genset untuk menggantikan listrik yang terputus.

"Kita punya pasokan energi sampai dengan 92 titik. Itu tersebar hampir diseluruh wilayah. Jadi kalau ada BTS yang terganggu, bisa cepat diatasi," katanya.

Ia mengatakan jika ada pelanggan yang kesulitan menghubungi pengguna selular lain, itu akibat panggilan yang tinggi di saat bersamaan.

"Yang pasti tidak ada gangguan yang signifikan. Hingga malam ini, info yang kita terima masih aman-aman saja," tambahnya.

Adanya program auto routing milik Telkomsel di luar lokasi gempa membuat traffic yang penuh dialihkan ke tempat yang kosong. Sehingga baik voice call, SMS hingga layanan data tidak terganggu.

Kepala Kelompok Pusat Gempa Bumi Regional Wilayah Satu, Albertus Tua Simanullang, mengatakan gempa berkekuatan 8,5 SR terjadi sekitar pukul 15.38 WIB. Titik gempa berada di 346 Kilometer Barat Daya Kabupaten Simeulue, Aceh.

Berdasarkan data BMKG, titik gempa tersebut terjadi 2.40 LU-92.99 BT 346 Barat Daya Kab Simeulue dengan kedalaman 10 Km.

"Gempa tektonik ini sudah memenuhi kriteria tsunami. Makanya kita keluarkan peringatan di seluruh pantai barat Sumatera. Pulau Simeulue, Nias, Mentawai, Bengkulu, sampai Lampung berpotensi tsunami," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas