Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lagi, Kambing Gunung di Kebun Binatang Surabaya Mati

Kematian satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) terus berlanjut di tahun 2012 ini

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kematian satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) terus berlanjut di tahun 2012 ini. Setelah jerapah bernama Kliwon dan banteng bernama Leo meninggal pada Maret lalu, Rabu (25/4/2012) hari ini, giliran seekor kambing gunung  diketahui mati.

Saat ditemukan, kambing gunung berusia 20 tahun ini  dalam kondisi  sekarat dengan tubuh penuh luka. Kambing gunung tertua yang ada di KBS itu mengalami luka gores di sekujur tubuh. Mulai  sekitar dada,  perut, kepala dan paha.

Humas KBS, Anthan Warsita menjelaskan  kematian Kambing Gunung itu dikarenakan perkelahian dengan satwa sejenisnya. “Apalagi usianya memang juga sudah tua sehingga fisiknya tidak sekuat lainnya. Itu penyebab utama yang membuat satwa lainnya menyerang dan menimbulkan luka,” ujar Anthan Warsita, Rabu (25/4/2012).

Menurut Anthan, selain  karena pertengkaran, penyebab lainnya karena ada benda asing di perutnya. Setelah dilakukan otopsi, diketahui kalau perutnya kembung. Di dalam perutnya ditemukan benda asing berupa plastik yang mengumpal di dalam perut. “Tetapi memang pemicunya tetap karena pertengkaran sesama kambing Gunung yang memperebutkan betina,” jelasnya.

Terkait perkelahian, kata Anthan, sebenarnya sudah sering terjadi di kandang satwa ini. Apalagi dalam satu kandang seluas 80 meter persegi terdapat 26 Kambing Gunung yang hidup bersama. Anthan menjelaskan, kambing gunung di KBS berasal dari hasil pertukaran antara KBS dengan Singapura Zoo pada 1996 silam.

Saat itu ada empat ekor kambing gunung dan terus beranak. Saat ini, koleksi kambing gunung tersisa 25 ekor. Jumlah koleksi itu terdiri dari 10 Kambing jantan dan 12 betina. "Sementara sisanya belum diketahui kelaminnya karena masih kecil," sambung Anthan.

Dokter hewan KBS Rachmad menambahkan, kambing gunung yang sudah terlihat fisiknya lemah, cenderung menjadi  sasaran serangan anggota populasi lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Penyerangan yang membuat kambing gunung ini mati diperkirakan berebut betina.  “Pertarungan antar satwa kerap terjadi karena berebut betina,” jelasnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas