Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pembunuhan Ayu di Kampus Berawal dari Transaksi Kegadisan

Terbunuhnya Ayu Cahyawati (21) bermula dari transaksi jual beli kegadisan perempuan muda.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Terbunuhnya Ayu Cahyawati (21) bermula dari  transaksi jual beli kegadisan perempuan muda. Sayang dalam transaksi itu, pembicaraan Ayu melebar dan menyebut ibu Miftalana sebagai  pelacur. Pria berusia 23 tahun itu  naik pitam hingga akhirnya tega membunuh Ayu Cahyawati.

"Saya tak terima. Dia bilang  Ibumu Koyok (seperti) Pecun (Pelacur) ae (saja)'," kata Miftalana di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (29/4/2012).

Pria yang tinggal di Jl Manukan Lor Gg VI ini mengungkapkan, kata-kata menyakitkan itu diucapkan Ayu lewat telepon pada 19 April 2012. Ketika itu Ayu  menawarkan wanita muda yang mau menjual kegadisan pada Miftalana. "Saya nawarnya Rp 500 ribu, lalu dia bilangnya seperti itu (ibumu koyo pecun)," katanya.

Karena itu ia menghubungi Ayu kembali keesokan harinya lalu merencanakan  pertemuan di sebuah rumah makan siap saji, Jl Adityawarman 22 April silam. Di sana, Ayu datang bersama Tania.

Pukul 23.00 WIB, Ayu dan Miftalana pergi ke kawasan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) setelah lebih dulu menurunkan Tania di Jl Mayjen Sungkono. Di sini, Ayu meminjam tas Tania karena di dalam tas tersebut terdapat alat perlengkapan wanita.

Nah, setelah sekian lama ngobrol di warung kopi. Miftalana mengajak Ayu ke lapangan komplek Unesa. Di lokasi, Miftalana meminta korban turun. Miftalana  mematikan sepeda motor itu. Begitu Ayu melepas sepatunya, Miftana mengambil kawat rem sepeda dari  kantong celananya dan menjeratkan di leher Ayu hingga tewas. "Saya kemudian pergi menggunakan sepeda motor Ayu," kata Miftalanah lagi.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas