4 Warga Meninggal akibat Banjir Lahar Dingin Gunung Gamalama
Korban meninggal akibat bencana banjir lahar dingin di Gunung Gamalama, Maluku Utara, tercatat 4 orang
Penulis:
Dahlan Dahi
Editor:
Anwar Sadat Guna
TRIBUNNEWS.COM, TERNATE - Korban meninggal akibat bencana banjir lahar dingin di Gunung Gamalama, Maluku Utara, tercatat 4 orang, 10 korban hilang, dan 15 luka ringan.
BPBD Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate masih terus melakukan pendataan terhadap para korban, termasuk rumah dan fasilitas yang mengalami kerusakan.
Empat korban meninggal adalah Raihan Sangaji (9), Mildawany Johar (25), Sarnawia Hamid (52), dan satu orang belum teridentifikasi karena hanya ditemukan bagian tubuh/paha kaki.
Data jumlah korban ini dilansir oleh BPBD Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate yang dilaporkan ke Posko BNPB.
Sementara, kerusakan rumah di 11 kelurahan, keseluruhan berjumlah ;188 unit rumah, dengan perincian: 15 rumah rusak total, 70 rumah rusak berat, dan 103 rumah rusak ringan.
Jumlah pengungsi mencapai 58 kepala keluarga (KK) atau 284 jiwa. Pengungsi tersebar di pos pengungsi yaitu di eks-Kantor Gubernur Maluku Utara 24 KK (113 jiwa) dan aula SMK Negeri 2 Ternate 34 KK (171 jiwa).
Kerusakan infrastruktur meliputi 2 jembatan rusak total yaitu di Desa Daulasi dan Desa Air Tege-Tege, dan 2 jembatan rusak ringan di jembatan STM Kelurahan Dufa-Dufa dan Akesako Kelurahan Akehuda.
"Data masih dapat berubah karena masih terus dilakukan pendataan di lapangan. BPBD Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate bersama TNI, Polri dan instansi terkait melakukan evakuasi masyarakat yang terkena bencana." demikian pernyataan BNPB.
Korban hilang masih dilakukan pencarian. Bantuan logistik bagi masyarakat yang terkena bencana sedang disiapkan BPBD bersama instansi lainnya.
BERITA LAIN:
Baca tanpa iklan