Stres Tak Bekerja, Ambari Nekat Gantung Diri
Diduga mengalami stres akibat ribut dengan sang istri, M Ambari (31) warga Jalan Sei Kera Gang Pinang Medan Timur nekat mengakhiri hidupnya
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Medan, M Azhari Tanjung
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Diduga mengalami stres akibat ribut dengan sang istri, M Ambari (31) warga Jalan Sei Kera Gang Pinang Medan Timur nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri didalam kamar dengan menggunakan seutas tali nilon, Senin (21/5/2012).
Informasi yang dihimpun di Polsek Medan Timur, korban yang saat itu berada didalam rumah, tewas mengenaskan dengan leher terlilit dengan tali nilon yang diikat di sebuah kusen pintu di joglo belakang rumah milik orang tuanya itu.
Korban ditemukan oleh Surya (35), abang ipar korban. Berawal ketika Surya bersama kakak korban dan ibu korban hendak masuk kedalam rumah. Namun tiba di depan gerbang, terlihat pintu gerbang itu terkunci dengan gembok.
Dari sana, Surya dan kakak korban pun memanggil-manggil korban guna membuka pintu. Hingga setengah jam dipanggil, korban tak juga keluar membuka pintu pagar besi berwarna hitam tersebut. Merasa curiga, Surya pun melompati gerbang mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.
Berhasil melompati pagar, Surya pun coba membuka pintu utama rumah. Ketika dibuka pintu dalam keadaan tak terkunci, sedangkan korban sendiri tak didapati berada didalam, begitupun di dalam kamarnya. Semakin penasaran, Surya coba melihat ke belakang rumah. Terkejut bukan main, Surya mendapati korban sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh tergantung.
Menurut pengakuan keluarga korban, Ambaria bapak dua anak ini, sudah beberapa bulan terakhir tidak mempunyai kerja dan sempat betengkar dengan sang istri Lia.
"Dia sempat aku melihat bertengkar dengan istrinya dan sudah tidak kerja lagi dia sekarang," ungkap kakak kandung korban, Dewi Marini.
Tak lama kepolisian dari Polsekta Medan Timur terjun lokasi untuk melakukan identifikasi dengan menerjunkan tim identifikasi dari Mapolresta Medan. Dari identifikasi, korban murni tewas gantung diri, lidah menjulur keluar, dari alat kelamin mengeluarkan sperma. Tak ditemukan luka kekerasan di sekujur tubuh jasad Ambari.
Setelah dilakukan indentifikasi, pihak keluarga tidak mengizinkan pihak kepolisian untuk dilakukan otopsi terhadap jasad Ambari di rumah sakit. Pihak kepolisian menyetujuinya dengan membuat pernyataan bahwa jasad Ambari tidak dilakukan otopsi yang disaksikan oleh kepala lingkungan setempat.
Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur, AKP Ridwan membenarkan kejadian itu. Tewasnya Ambari murni gantung diri dan tidak ditemukan kekerasan terhadap tubuh jasad Ambari di lokasi.
"Iya, korban tewas dengan gantung diri, tanpa ada ditemukan kekerasan terhadap jasad korban," terangnya.
Ridwan mengatakan pihaknya sudah melakukan identifikasi terhadap jasad korban dan lokasi penemuan jasad Ambari."Kita sudah melakukan identifikasi dan memintai keterangan sejumlah anggota keluarga atas kejadian ini," ujarnya.
Baca juga:
Baca tanpa iklan