Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

ABK KM Buruh Indah Tersambar Petir dan Tercebur ke Laut

Anak Buah Kapal (ABK) KM Buruh Indah dari Tanjungbalai Karimun tujuan Selat Beliah, Kundur, tersambar petir di Pulau Tulang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunews Batam, Ahmad Yani

TRIBUNEWSBATAM, TANJUNGBATU - Anak Buah Kapal (ABK) KM Buruh Indah dari Tanjungbalai Karimun tujuan Selat Beliah, Kundur, tersambar petir di Pulau Tulang, Selasa (22/5/2012) sekitar pukul 13.30 WIB.

Penumpang di KM Buruh Indah sempat panik. Bahkan, setibanya di pelabuhan Selat Beliah ada yang sujud syukur.

Hal ini setelah beberapa menit kapal KM Buruh Indah meninggalkan Pelabuhan Tanjungbalaia Karimun, petir langsung menyambar kapal yang membawa sejumlah penumpang.

Informasi yang dihimpun Tribunewsbatam.com, dua ABK jatuh ke laut ketika petir menyambar. Mereka adalah Is dan Atan. Namun, Atan tidak bisa diselamatkan, sementara Is selamat.

Dua ABK yang tersambar petir ini, saat itu berada di atas dek KM Buruh Indah yang membawa penumpang. Mereka ingin menutup barang bawaan penumpang karena kondisi cuaca saat itu mulai turun hujan.

Subekti, Penangung Jawab Syahbandar Pelabuhan Selat Beliah, mengatakan, dua ABK jatuh ke laut saat petir menyambar mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

"Keduanya saat itu ingin menutup barang bawaan penumpang di atas kapal dengan terpal karena cuaca mau turun hujan. Namun, tak lama kemudian, keluar petir yang cukup kuat sehingga menyambar ABK ini," kata Subekti.

Menurut pengakuan Subekti, setelah dua ABK tersebut tersambar petir, satu orang selamat, sementara satu lagi hilang. Bahkan, KM Buruh Indah yang membawa penumpang sempat berhenti dan penumpang juga sempat panik.

"Setelah ada ABK tersambar petir. Satu orang bisa diselamatkan dan satu lagi menghilang," kata Subekti.

KM Buruh Indah kemudian memutuskan untuk menurunkan terlebih dahulu penumpang sebelum melakukan pencarian terhadap ABK yang hilang.

Namun, saat itu pihak kapal maupun Syahbandar tidak menemukan Atan yang jatuh ke laut ketika petir menyambar.

"Satu dari dua ABK kapal yang jatuh ke laut belum ditemukan. Saat ini, baik warga, nelayan, pihak kapal, dan Syahbandar masih melakukan proses pencarian," terang Subekti.

Bahkan, proses pencarian hanya menemukan sebuah topi dan kasut yang diduga milik Atan.

Sumber: Tribun Batam
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas