Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Korban Lumpur Pasang Baliho Raksasa

Warga menamakan dirinya. (KLM)Korban Lumpur Menggugat menggelar serangkaian aksi

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Surya, Mustain

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Warga menamakan dirinya. (KLM)Korban Lumpur Menggugat menggelar serangkaian aksi untuk memperingati enam tahun luapan lumpur Lapindo,Selasa (29/5/2012).

Aksi diawali dengan memasang baliho raksasa sepanjang 120 meter di dinding tanggul lumpur depan exit tol Porong, pukul 06.00 Baliho ini berisi sindiran kepada pemerintah yang tidak tegas mengambil tindakan terhadap Lapindo terkait semburan lumpur."Ini bukti ketidakmampuan pemerintah mengelola negeri ini,"ucap Dodo Putra Bangsa, pendamping warga KLM.

Dodo, relawan Urban Poor Consorsium (UPC) ini menyatakan baliho raksasa ini juga sebagai panggung raksasa untuk aksi teatrikal "Klothekan Sudra Ksatria usir Bethara Kala".Warga yang beraksi berasal dari sejumlah desa,misalnya Gempolsari,Kalidawir yang berada di Kecamatan Porong dan Kecamatan Tanggulangin.

Diketahui,Lumpur panas Lapindo menyembur pada 29 Mei 2006 silam,di Desa Siring Kecamatan Porong.Akibat luapan lumpur,sejumlah desa terendam lumpur,yakni Desa Siring,Jatirejo, Renokenongo (Kecamatan Porong), dan Desa Kedung Bendo (Kecamatan Tanggulangin).

Lumpur yang terus menyembur mengakibatkan sejumlah desa lainnya ikut terdampak,misalnya Desa Kedungcangkring,Desa Pejarakan dan Desa Besuki (Kecamatan Jabon).Warga ketiga desa ini pun terpaksa angkat kaki dari kampung halamannya karena wilayah desanya dipakai untuk kolam lumpur.

Baca juga:

Rekomendasi Untuk Anda


Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas