Perikanan Bangka Selatan Baru Tergarap 30 Persen
Kabupaten Bangka Selatan memiliki potensi perikanan yang sangat besar
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Kabupaten Bangka Selatan memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Namun sayangnya hingga saat ini baru 30 persen dari total potensi perikanan yang ada dioptimalkan nelayan setempat.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Basel Kristializar mengungkapkan potensi riil perikanan Basel per tahun mencapai 42.000 ton.
"Yang kita manfaatkan saat ini baru sekitar 30 persen. Itu pun belum termasuk hasil perikanan kita yang diambil nelayan luar seperti kapal compreng," ungkap Kristializar kepada bangkapos.com, Rabu (6/6/2012).
Untuk mengoptimalkan pemanfaatkan sumber daya perikanan Basel, DKP tahun ini memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat nelayan, antara lain 15 unit kapal ukuran 3 GT, mesin pembuat abon ikan dan berbagai program lainnya.
DKP Basel juga memberikan pelatihan produk bernilai tambah hasil perikanan kepada 50 ibu-ibu PKK dan kelompok pelaku usaha yang tergabung di Industri Rumah Tangga (IRT) dan Industri Kecil Menengah (IKM). Pada kesempatan itu, DKP menyerahkan 6 mesin untuk pembuatan bakso ikan dan abon ikan.
"Alat bantuan mesin yang akan kita serahkan ke masing-masing kelompok pelaku usaha adalah alat bantuan yang kami terima dari Balai Pengembangan Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan (BP3HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Sebanyak 6 unit alat bantuan berupa mesin yang kami terima dari Kementrian Kelautan dan Perikanan itu diantaranya 3 unit alat untuk pembuatan bakso ikan dan 3 unit alat untuk pembuatan abon ikan," papar Kristializar.
Menurutnya, pelatihan produk bernilai tambah hasil perikanan bagi pelaku usaha merupakan salah satu program pro rakyat Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pelatihan ini untuk meningkatkan rantai supply dan rantai nilai manajemen berupa peningkatan produksi produk olahan ikan.
"Jadi dengan bertambahnya produk olahan hasil perikanan ini juga berdampak pada meningkatnya target konsumsi ikan sehingga meningkat pula kesejahteraan nelayan serta pertumbuhan ekonomi pelaku usaha," jelas Kristializar.
Baca juga: