Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jerat Kain di Leher Kanisius Bunuh Diri

Kanisius Patut (45), warga Kampung Klompong, Desa Mano, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai memilih selembar kain baju

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Pos Kupang, Egy Moa

TRIBUNNEWS.COM, RUTENG - Kanisius Patut (45), warga Kampung Klompong, Desa Mano, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai memilih selembar kain baju untuk mengakhiri hidupnya.

Kain tersebut digulungnya menyerupai tali kemudian dijeratkan ke lehernya. Istri dan anak Kanisisu menemukannya telah tewas di dalam kamar rumahnya di Kampung Klompong, Desa Mano, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Sabtu (16/6/2012) pukul 09.30 Wita.

"Kain tersebut digulung seperti tali, kemudian dijeratkan ke lehernya. Dia melakukan itu pada saat istri dan anaknya berangkat ke sekolah menerima rapor kenaikan kelas anaknya, hari Jumat (15/6/2012) pagi," kata Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu David Candra Babega, dan KBO Reskrim, Iptu Efendi, S.H, yang mendampingi Kapolres Manggarai, AKBP Pontjo Soediantoko, S.IK, kepada Pos Kupang (Tribun Network) di Ruteng, Sabtu (16/6/2012) siang.

Setelah menerima laporan ini, aparat Polres Manggarai yang dipimpin Wakapolres Manggarai, Kompol Parasiran Herman Gultom, Kasat Reskrim, David Chandra Babega, dan anggota polres mendatangi tempat kejadian di Kampung Klompong.

Keterangan yang dikumpulkan polisi dari keluarga korban menyebutkan, hari Jumat pagi itu, Ny Kanisius Patut meminta Kanisius supaya berangkat ke sekolah menerima rapor anaknya yang duduk di bangku kelas V SD.

Kanisius keberatan dan menyarankan istrinya menerima rapor. Ny Kanisius dan anaknya berangkat ke sekolah. Tak ada perasaan atau firasat apapun dalam benaknya, ibu dan anak itu berangkat ke sekolah meninggalkan korban seorang diri di rumah.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketika keduanya kembali dari sekolah, betapa terkejutnya ibu dan anak ini. Didapatinya Kanisius dalam posisi menggantung di salah satu ruang dalam rumah yang dibangun dari kayu papan itu.

"Ada darah yang masih segar dari mulutnya. Jenazah korban sudah divisum dan tidak ditemukan indikasi tindak kekerasan pada tubuhnya. Keluarga menerima kematiannya dan akan memakamkannya," kata David.

Menurut keterangan istrinya, kata Efendi, Kanisius menderita sakit saraf yang sudah lama. Entah apa sebabnya, dia mengalami sakit itu. Beberapa waktu silam, korban juga sudah mencoba bunuh diri, tapi berhasil dicegah istrinya.

Berita Lainnya:

Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas