Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ditebas Parang dan Korban pun Tersungkur

Korban tersungkur di lokasi kejadian. Massa berlari dan berteriak sembari mengacungkan parang. Mereka mencari orang yang diinginkannya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Batam, Candra P. Pusponegoro

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dor, dor, dor! Pistol aparat menyalak saat kerusuhan di Hotel Planet Holiday Batam memuncak, Senin (18/6/2012) pukul 16.30 WIB. Para perusuh dengan emosi mengacungkan parang dan pedang di lokasi. Bak buk pentungan kayu menghujani beberapa orang.

Korban tersungkur di lokasi kejadian. Massa berlari dan berteriak sembari mengacungkan parang. Mereka mencari orang yang diinginkannya. Setelah berjumpa orang yang dicarinya, parang langsung menebas badan. Saat kerusuhan berlangsung, jumlah aparat belum seimbang dengan perusuh.

Secara beringas massa menghancurkan pos satpam di lokasi, kaca Bank Negara Indonesia (BNI) 1946, dan kaca Hotel Planet Holiday. Letusan senjata api dari aparat terus menyalak untuk melunturkan emosi perusuh. Tetapi suara nyalak pistol tidak memadamkan beringasnya massa.

Seorang saksi mata wanita berkerudung yang mengetahui persis kejadian saat memuncak, massa terus menyerang kelompok lain. Saksi mata menyaksikan tebasan parang menghunjam ke tubuh korban. Kemudian mereka beringas mengejar kelompok lain yang akan diserang.

"Dor, beberapa kali saya mendengar letusan senapan api pak polisi. Saya melihat mereka menebaskan parang ke kelompok lain. Beberapa orang tersungkur dan bersimbah darah," ujar ibu muda yang enggan disebutkan namanya dengan nada gemetar, Senin (18/6/2012).

Sedangkan menurut keterangan salah satu resepsionis Hotel Planet Holiday, dia menyaksikan adegan demi adegan proses kerusuhan itu. Mulai dari perusakan kaca, berteriak-teriak, dan menyerang secara membabi buta. Dia menyebutkan, massa penyerang tidak masuk ke dalam lobi hotel.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka (massa--red) tidak masuk ke dalam hotel. Hanya dari luar saja memecahkan kaca dan mengayun-ayunkan parang dan pentungan. Kemudian mereka mengejar beberapa orang kearah timur," ungkap staf tersebut.

Sumber: Tribun Batam
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas