Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kecurangan PSB Dapat Diketahui Kemudian

Kecurangan dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) kali ini, seperti adanya siswa titipan, penambahan kuota siswa maupun sogok menyogok,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede

TRIBUNNEWS.COM SAMARINDA,- Kecurangan dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) kali ini, seperti adanya siswa titipan, penambahan kuota siswa maupun sogok menyogok, praktek calo untuk memasukkan siswa akan diketahui kemudian. PSB kali ini juga sudah dinilai semakin transparan dengan menggunakan Nilai Ujian Akhir anak sebagai patokan rangking penerimaan. Dalam sidak DPRD Samarinda di 3 PSB sekolah kali ini memang hal itu tidak ditemukan.

"Kalau memang nantinya ada kecurangan dalam PSB, itu nanti akan ketahuan setelah proses belajar mengajar dimulai. Baik bertambahnya jumlah siswa maupun adanya siswa yang dinyatakan lulus tapi nilainya tidak sesuai. Nanti kita akan cek lagi," kata M Choirul Huda, anggota Komisi IV DPRD Samarinda usai sidak di MAN 2 Samarinda, Selasa (26/6/2012).

Terkait adanya sejumlah biaya untuk kelengkapan siswa, menurutnya bila memang itu untuk kelengkapan siswa dan tidak dipaksakan serta memberatkan maka itu sah-sah saja. Dan untuk siswa tak mampu, ditegaskan agar sekolah memberi kelonggaran.

"Jangan sampai karena tidak ada biaya anak tidak sekolah. Artinya, sekolah harus memberikan kelonggaran. Tidak mampu jangan dipaksa untuk beli seragam. Pasti ada solusi bagaimana anak bisa mendapatkan seragam. Sekolah jangan mendesak secara cash, harus punya kebijakan ketika dihadapkan pada anak ekonomi lemah," katanya.

Terkait dana komite, menurutnya hal ini masih menjadi pertanyaan. Namun, intinya harus ada transparansi dalam dana komite.

"Sekolah harus transparan menjelaskan ke orangtua siswa, biaya A, B, C apa saja. Jangan sampai kemudian hanya dihadiri 3 atau 4 orangtua lantas komite sudah mengambil kebijakan sekian dana yang dipungut dari orangtua. Kalau memang itu untuk kebutuhan anak, saya kira harus dipahami oleh semuanya.Tapi intinya bagaimana harus transparan anggaran itu," pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Terkait Berita Regional :

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas