Kakak dan Adik Juara Kompetisi Piano
Rasa haru dan bahagia menyelimuti hati Yosafat Nathaniel Tjundawan. Siswa kelas VIII SMP Charitas Batam
Editor:
Yulis Sulistyawan
Laporan Tribunnewsbatam, Candra P. Pusponegoro
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Rasa haru dan bahagia menyelimuti hati Yosafat Nathaniel Tjundawan. Siswa kelas VIII SMP Charitas Batam yang menjadi juara pertama dalam ajang Junior Classic Piano Competition 2012 yang dihelat di Gallery Royal Property Komplek Ruko Mahkota Raya Batam Centre, Sabtu (30/6/2012).
Yosafat berhasil menyisihkan 31 pianis terbaik lainnya diajang kompetisi tersebut. Ia meraih nilai tertinggi 1.040 poin. Selama aksi panggungnya, ia tampil prima dan percaya diri menyuguhkan lagu karya Jaya Suprana dengan judul Fragmen. Meski sebelum dipilih dewan juri menjadi juara, ia mengaku gugup dan kurang percaya diri.
“Saya tidak menyangka kalau saya menjadi juara. Padahal saat aksi panggung sempat grogi dan tidak pernah terlintas untuk menang,” ujar pria kelahiran Batam 3 Oktober 1999 silam.
Berkat dukungan sang ayah, Hoke Tjundawan, dan ibundanya, Refina Tampubolon, selama kompetisi berlangsung, rasa groginya di hati lenyap tak berbekas. Akhirnya dia berhasil menguasai seluruh nada dan penuh ketenangan memainkan tuts piano bernuansa lembut, menyentuh, dan melarutkan pengunjung yang hadir.
Menurut Yosafat, kompetisi piano ini sangat bagus dan memukau. Di mana para peserta berhasil menyuguhkan lagu-lagu klasik dengan baik. Bahkan menurut dia, seluruh peserta yang berhasil disisihkannya bermain bagus dan stabil. Padahal usianya relatif lebih muda dibandingkan dirinya.
“Saya mengakui teman-teman yang berkompetisi sungguh hebat. Nyaris sempurna permainannya. Saya bisa merasakan denyut komposisi permainan mereka itu karena saya sudah belajar piano sejak usia 4,5 tahun,” ujar Yosafat dengan rendah hati.
Sedangkan adiknya, Esther Tjundawan berhasil menjadi juara favorit. Dalam kompetisi ini, Esther menyuguhkan lagu berjudul Entertainer. Kakak beradik yang meraih juara dalam kompetisi yang sama ini bukan karena keberuntungan. Mereka berhasil mengumpulkan poin setelah dewan juri melakukan penilaian.
Kendati demikian, Refina Tampubolon, ibu dari kedua kakak beradik itu merasa bahagia. Sebab baru kali pertama Junior Classic Piano Competition 2012 diselenggarakan. Kemenangan kedua anaknya ini sebagai salah satu dorongan agar anak-anaknya tetap diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.
Artinya, selama kegiatan itu mengandung manfaat, sebisa mungkin orangtua mendukung dan memberikan fasilitas untuk anak-anak. Ia menyebutkan, dalam keluarganya tidak ada kekangan kepada anak untuk mengikuti kehendak orangtua. Sebab anak-anak dilahirkan dengan potensi yang berbeda-beda.
“Kami sebagai orangtua sangat bangga dengan kompetisi ini. Siapa pun orangtua, pasti akan memberikan arahan dan dukungan kepada anak-anaknya. Jika ada tentulah diberikan fasilitas semaksimal mungkin, karena anak-anak itulah yang lebih tahu potensi dirinya,” ujar Refina Tampubolon berseri-seri, kepada Tribun, Sabtu (30/6/2012) malam.
Juri Menilai Secara Subyektif
Gelaran Junior Classic Piano Competition 2012 berhasil membukukan empat juara. Meski ajang ini baru kali pertama, namun antusiasme peserta dan orangtua sangat bagus. Adapun juaranya ialah Yosafat Nathaniel Tjundawan (juara I), Elshaddai Putri (juara II), Gabriella Ratri (juara III), dan Esther Tjundawan (juara favorit).
Musikolog Hepi Sobari dari Sekolah Musik Purwacaraka Batam mengatakan permainan peserta sangat memukau. Tidak ada yang tidak baik, hanya saja dia mengingatkan dalam sebuah kompetisi haruslah bermain dengan rasa dan menjiwai. Sebab musik akan tersentuh dalam jiwa apabila dimainkan dengan olah hati dan rasa.
“Semuanya bermain dengan baik. Saya hanya berpesan kalau bermain musik harus dengan rasa, supaya mampu menerobos relung hati dan sukma pendengarnya,” ujar Hepi Sobari disela-sela pengumuman pemenang kompetisi, Sabtu (30/6/2012).
Berbeda dengan pendapat juri Ronapol Vinsensius Purba SSn dari Noel Sonatina Music School Batam, ia menilai peserta secara subjektif. Tidak ada kesalahan yang dinilai. Sebab seluruh peserta bisa tampil percaya diri dan berhasil menyuguhkan permainan musiknya sesuai dengan kriteria yang dinilai oleh para dewan juri.
Namun demikian, ia juga meminta maaf kepada peserta yang tersingkir dari kompetisi. Ia sudah menghitung dan menilai secara dalam bagi para peserta lomba. Hanya saja, terbaik dari yang paling baik itulah yang dipilih sebagai juara. Untuk itu, apabila hari ini belum berhasil menjadi juara, ia meminta anak-anak terus berkarya dan berlatih.
“Penjurian ini sangat ketat dan subjektif. Kami tidak menilai kesalahan yang dilakukan peserta. Kami hanya memilih peserta terbaik dari yang paling baik. Maka keputusan inilah yang sudah kami berikan untuk semua peserta,” ujar Ronapol.
Marketing Manager Royal Property Batam, Fransesca Marga T, sponsor acara yang hadir sejak awal hingga penutupan acara memberikan apresiasi atas peserta dan orangtua yang hadir. Menurutnya, kompetisi ini bisa sebagai sarana belajar anak-anak dan ruang mengembangkan potensi dirinya masing-masing.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah mengikuti kompetisi ini. Semoga dengan kompetisi ini bisa menjadi ajang untuk mengaplikasikan pelajaran-pelajaran piano klasik,” ujar Marketing Manager Royal Property Batam, Fransesca Marga T, Sabtu (30/6/2012).