Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wakil Bupati Lamsel Buka Ruat Laut

Wakil bupati Lampung Selatan Eki Setiyanto membuka pesta ruat laut

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM LAMPUNG- Wakil bupati Lampung Selatan Eki Setiyanto membuka pesta ruat laut di Desa Ketapang Kecamatan Kepatang di TPI setempat pada Jumat (13/7/2012). Pada kesempatan tersebut, Eki meminta kepada para nelayan yang untuk dapat melestarikan wilayah laut yang menjadi tempat mereka mencari ikan.

Dikatakannya, bahwa kekayaan laut yang berlimpah haruslah dijaga agar tidak mengalami kerusakan. Sebab kerusakan lingkungan laut justru akan berdampak pada penurunan hasil tangkapan para nelayana sendiri.

"Ruat laut ini sebagai bagian dari perwujudan rasa syukur yang dahulu menjadi kegiatan rutin para nelayan di daerah Ketapang. Semangat dari kegiatan ini yakni bersyukur atas karunia Tuhan dan menjaga kelestariannya untuk keberlangsungan," terangnya.

Eki pun meminta kepada para nelayan jangan melihat hal-hal yang bersifkat klenik dari ritual kegiatan ruat laut. Karena, imbuhnya, kegiatan ruat laut hanyalah merupakan simbol.

Ratusan warga padati pesta ruat laut.

Ratusan warga dari berbagai daerah di wilayah Kecamatan Ketapang memadati TPI di Desa Ketapang untuk melihat gelaran pesta ruat laut pada Jumat (13/7). Ratusan warga tersebut sudah hadir sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang sudah lima tahun terakhir tidak pernah lagi digelar.

"Kegiatan ini sudah lama tidak digelar. Dahulu kegiatan ini setiap tahun digelar," ungkap Yunni, salah seorang warga setempat.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu Hawasi, pantia gelaran pesta ruat laut mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur para nelayan setempat atas limpahan tangkapan ikan yang selama ini didapat para nelayan. Kegiatan ruat laut tersebut tidak memiliki waktu penyelenggaraan tertentu. Namun memang, imbuhnya, selalu digelar dalam setiap tahunnya dengan melarung kepala sapi kelaut.

"Penyelenggaraannya biasanya tergantung dari musyawarah para nelayan saja," paparnya.(ded)

Berita Terkait :

Sumber: Tribun Lampung
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas