Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ratusan Warga Sumenep Geruduk Polres

Kami tidak mau hanya 13 orang saja yang diperiksa, tetapi semuanya. Karena semua warga Desa Tanjung

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM,SUMENEP- Ratusan warga Desa Tanjung, Kecamatan Seronggi, Sumenep, ngeluruk ke kantor Kepolisian Resort Sumenep, Senin (16/7/2012).

Mereka menuntut agar 13 orang warga yang dipanggil Polres Sumenep terkait aksi anarkhis dan pengrusakan sejumlah fasilitas perusahaan pengeboran minyak dan gas (migas) PT Energy Mineral Langgeng (EML) dibatalkan.

Jika dilanjutkan, mereka menuntut agar tidak hanya 13 orang warga saja yang dipanggil dan diperiksa polisi, tetapi semua warga Desa Tanjung yang pada saat kejadian datang menolak keberadaan migas juga diperiksa, karena kehendak menolak kehadiran Migas di Sumenep tidak hanya 13 orang saja tetapi semua warga Desa Tanjung.

Suhartatik, korlap aksi dan salah seorang warga yang masuk daftar panggil Polres Sumenep mengatakan, kedatangan warga secara bersama-sama ke Polres Sumenep untuk memberikan dukungan dan sekaligus bersama-sama meminta diperiksa terkait pengrusakan fasilitas PT EML.

"Kami tidak mau hanya 13 orang saja yang diperiksa, tetapi semuanya. Karena semua warga Desa Tanjung menolak kehadiran eksplorasi Migas di desa kami," teriak Tatik panggilan akrabnyA, Senin (16/7/2012).

Suhartatik berharap polisi membela kaum yang lemah dan tidak berpihak kepada perusahaan. Apalagi selama ini perusahaanlah yang telah melanggar kesepakatan bersama, agar proyek migas itu dihentikan dengan alasan keberadaannya banyak tidak menguntungkan warga setempat.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto mengatakan akan tetap memeriksa 13 orang warga sebagimana surat pemanggilan yang sudah disampaikan kepada yang bersangkutan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami akan tetap memeriksa 13 warga yang saat ini statusnya sebagai saksi. Karena kami juga telah memeriksa pelapor dari PT EML," tandas Edy.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas