Kain Sepanjang 3 Kilometer Dicuri dari 2 Toko
Dari dua toko yang berada di Kecamatan Garut Kota ini, pencuri menggasak lebih dari 3 kilometer kain dan sebuah mesin kasir.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Malang menimpa Dase Nurohman (41). Dua toko kain miliknya di Jalan Guntur nomor 102, Kelurahan Pakuwon, dan Jalan Guntur nomor 108, Kelurahan Sukamentri, dibobol pencuri dalam waktu bersamaan, Jumat (20/7/2012). Dari dua toko yang berada di Kecamatan Garut Kota ini, pencuri menggasak lebih dari 3 kilometer kain dan sebuah mesin kasir.
Dase mengatakan baru mengetahui dua tokonya yang saling berseberangan tersebut dibobol pencuri dari kabar tetangganya. Sekitar pukul 05.00 WIB, tetangganya yang sedang melewati dua toko milik Dase melihat rolling door dua toko bernama Narla tersebut telah terbuka sebagian.
"Setelah mendapat kabar tersebut dari tetangga melalui telepon, saya langsung ke toko. Ternyata benar. Rolling door-nya dirusak. Bahkan, beton dan bagian kuncinya dijebol.
Setelah tutup pukul 17.00 WIB, dua toko ini memang ditinggalkan dan tidak ada yang jaga," kata Dase saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (20/7/2012).
Warga Jalan Merdeka ini menemukan kondisi bagian dalam tokonya sudah berantakan. Gulungan-gulungan kain berserakan di lantai. Sebagian rak tempat penyimpanan kain pun kosong karena puluhan gulung kain digondol pencuri. Sebagian besar barang yang dicuri tersebut, berupa kain yang baru dibeli dua hari lalu dalam mempersiapkan persediaan menjelang Ramadan dan Lebaran.
Dari dua tokonya, kata Dase, sekitar 2.000 meter kain batik, 1.000 meter kain jeans, dan ratusan meter kain katun dicuri. Dase pun belum bisa menghitung jumlah uang di dalam mesin kasir yang juga dicuri. Namun, dia memperkirakan jumlah kerugian yang dideritanya akibat pencurian tersebut mencapai sekitar Rp 30 juta.
Percobaan pencurian terhadap tokonya, kata Dase, terjadi empat bulan lalu. Dase sempat menemukan bagian kunci rolling door salah satu tokonya telah dirusak. Namun, dia tidak melaporkannya pada polisi walaupun dia sadar tokonya sempat menjadi incaran pencuri.
"Pencurian memang sering terjadi di sini. Biasanya merembet. Beberapa bulan lalu merembet di Jalan Ahmad Yani, dan sekarang ternyata ke Jalan Guntur. Toko-toko di sini kebanyakan ditinggal kalau malam. Pencuri selalu menjebol gembok dan pintu," kata Dase.
Baca Juga: