Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Puluhan Warga Tersengat Ubur-ubur di Pantai Parangtritis

Sedikitnya sudah 50-an orang menjadi korban sengatan hewan laut yang bentuknya mirip dengan buih air laut ini, dari pukul 08.00 WIB hingga

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Meskipun sebagian warga sudah melaksanakan tradisi padusan pada Kamis (19/7/2012) kemarin, nampak beberapa wisatawan pantai Parangtritis, mengaku sengaja datang untuk melakukan tradisi padusan siang ini, Jumat (20/7/2012).

Kamis (19/7/2012) siang kemarin, ribuan wisatawan memadati pantai Parangtritis. Menjelang hari pertama bulan Ramadan 1433 Hijriah tahun ini tradisi padusan atau mandi besar dengan tujuan membersihkan diri untuk menyambut bulan puasa dilaksanakan di pantai ini.

Kegembiraan padusan kali ini kembali diwarnai dengan banyaknya wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur. Sedikitnya sudah 50-an orang menjadi korban sengatan hewan laut yang bentuknya mirip dengan buih air laut ini, dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Marwah (12) beserta ayahnya Muhammad Rudi (40) mengerang kesakitan karena terkena sengatan biota laut ini.

"Tadi anak saya mengira itu cuma buih air laut. Kemudian diambil dan ekornya yang panjang warna kebiru-biruan sempat mengenai kaki saya. Sesaat kemudian kami terasa panas sekali seperti disengat tawon," ujarnya usai mendapat perawatan Tim SAR, Kamis (19/7/2012).

Rudi datang bersama anak istrinya asal Lampung untuk liburan sekaligus melakukan tradisi padusan tahunan ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Sama halnya dengan Davi (3) dan ayahnya Widodo (35), wisatawan asal Solo ini juga apes terkena sengatan ubur-ubur, masing-masing di lengan sebelah kiri.

"Ya tadi lagi main air, tiba-tiba Davi menjerit terus bilang panas. Saya pun tak berapa lama merasakan panas, ternyata kena ubur-ubur," ungkapnya pada Tribun Jogja (Tribun Network).

Korban lain, Rini (16) wisatawan asal Pakem Sleman yang datang bersama kekasihnya Rirom (17) ini terpaksa harus dibantu oksigen karena sesak nafas setelah tersengat ubur-ubur.

"Tadi kami main air dari habis dzuhur. Tiba-tiba jam 3 an pas mau main ombak, Rini kerasa panas dan sesak, lalu kami segera ke Pos SAR," ujar Rirom pada Tribun sembari menunggui Rini mendapatkan perawatan oleh Tim SAR.

Pantauan Tribun di Pos Tim SAR pantai Parangtritis, korban sengatan ubur-ubur silih berganti berdatangan. Mulai dari dewasa hingga anak-anak.

Sementara itu menurut Komandan SAR Pantai Parangtritis Ali Joko Sutanto, pihaknya sudah berusaha mengingatkan pengunjung tentang bahaya sengatan ubur-ubur.

"Kami melalui patroli pantai sudah melakukan peringatan pada pengunjung, bahkan kami pungut ubur-ubur tersebut sepanjang pantai," ungkapnya.

Pihaknya juga sudah mengerahkan seluruh anggota SAR dibantu Pol Airut, dan SARDA DIY serta Protari Adventure Club untuk mengantisipasi korban sengatan ubur-ubur.

Baca Juga:

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas