Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Dindik Malang Akan Hapus Image Sekolah Mahal

Tujuannya agar sekolah tidak aneh-aneh

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM,MALANG- Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang benar-benar ingin menghapus image sekolah mahal di Kota Malang.

Karena itu, berbagai program telah dicanangkan tahun ini. Di antaranya  menghapus daftar ulang dan meneliti Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS) setiap tahunnya.

Hal itu diungkapkan Suwarjana, Kabid Pendidikan Menengah Dindik, Selasa (24/7/2012). Selain menghapus daftar ulang, penelitian terhadap RAKS akan lebih diperketat.

"Tujuannya agar sekolah tidak aneh-aneh membuat program. Kami khawatirkan hanya menjadi modus penarikan sumbangan saja," ujarnya.

Karena itu, dia mewajibkan kepada seluruh Kepala Sekolah (Kasek) SMPN-SMAN untuk menyerahkan RAKS itu sebelum dirapatkan dengan orangtua wali.

"Harus kami teliti dulu. Penting tidak program itu dijalankan tahun ini. Kalau tidak ya langsung kami coret," tegasnya.

Waktu penyerahan RAKS itu dijadwalkan akhir bulan ini. Artinya setiap sekolah harus sudah menyerahkan RAKS ke Dindik paling akhir tanggal 31 Juli nanti.
"Kemarin sudah saya himbau untuk menyerahkan itu dan mereka harus mau kalau ada progran yang kami coret," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Suwarjana mencontohkan, program sekolah yang dianggap tidak harus dilaksanakan tahun ini adalah pembangunan perpustakaan outdoor di SMAN 5 yang akan menghabiskan dana ratusan juta rupiah itu.

"Itu bisa jadi akan kami coret, karena kami rasa tidak begitu penting," jelas mantan Kabid Pendidikan Dasar ini.

Selain itu, target SMAN 5 untuk membangun laboratorium fisika dan kimia juga dirasa Suwarjana tidak harus selesai tahun ini.
"Pembangunan laboratorium yang menghabiskan dana besar itu harus bertahap. Kalau dipaksakan selesai tahun ini, maka akan ada pemaksaan tarikan kepada orangtua siswa," pungkasnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas