Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolres : Menurunkan Bupati Berhadapan Dengan Polisi

- Massa dari Gerakan Masyarakat Kabupaten Nunukan menggugat hendak menurunkan Basri dari jabatannya sebagai Bupati Nunukan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS>COM  NUNUKAN,- Massa dari Gerakan Masyarakat Kabupaten Nunukan menggugat hendak menurunkan Basri dari jabatannya sebagai Bupati Nunukan.

Saat berdialog dengan Kapolres Nunukan AKBP Achmad Suyadi, salah seorang perwakilan massa mengatakan, massa melakukan demonstrasi, Rabu (25/7/2012) untuk menurunkan Bupati dari jabatannya. Masyarakat yang mengangkat, masyarakat juga yang harus menurunkannya.

Terhadap aspirasi itu, Kapolres mengingatkan, untuk menurunkan Bupati tentu harus mengikuti mekanise yang berlaku.

"Tidak ada dinaikkan, diturunkan, dinaikkan lagi, diturunkan lagi, kaya bendera saja. Bukan begitu caranya. Adakah di Indonesia seperti itu? Kalau menggunakan cara sendiri berbenturan dengan undang-undang. Kalau berbenturan dengan undang-undang berhadapan dengan Polisi, karena tugas saya begitu. Jangan dibilang kami Polisinya Pemda," ujar Kapolres,"

Mekanismenya ada, DPR, ada semuanaya ada. Jangan pakai cara sendiri. Polisi juga bertindak ada aturannya. Kalau masih bisa bagus, tidak usah menggunakan cara yang melanggar etika, moral."

Kapolres Nunukan mengatakan, untuk menurunkan Bupati massa perlu membentuk tim dengan mengikuti mekanisme yang berlaku.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan, kepolisian mencoba memfasilitasi perwakilan demonstran untuk menyampaikan aspirasinya.

"Saya bukan Polisi pemda. Kita Polisi Repubulik Indonesia. Di sini ada sumbatan, kitafasilitasi," ujarnya.

Perwakilan massa diminta mengingatkan massanya agar menghargai Ramadan.

"Anggota saya puasa. Hormati orang yang berpuasa, kalau minum sembunyi, kalau merokok sembunyi. Itu namanya kita saling menjaga. Pantes tidak merokok di pinggir jalan sambil teriak-teriak? Bukan merokok sambil teriak, itu ekstreem sekali," ujarnya.

Berita  Terkait :

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas