Mantan Ketua DPRD Sleman Jarot Subiantoro Dimakamkan
Ribuan pelayat membanjiri rumah duka almarhun Mantan Ketua DPRD Sleman, Jarot Subiantoro
Editor:
Yulis Sulistyawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Ribuan pelayat membanjiri rumah duka almarhun Mantan Ketua DPRD Sleman, Jarot Subiantoro (41), di Dusun Krendo, Salakan, Selomartani Kalasan, Yogyakarta, Sabtu (28/7/2012).
Hingga jenasah diberangkatkan ke pemakaman wilayah setempat, terlihat pelayat yang dari berbagai kalangan memenuhi rumah berikut halamannya.
Bahkan parkir kendaraan pelayat berjajar di kanan dan kiri jalan raya di ujung gang masuk rumah tersebut. Di antara ribuan pelayat, tampak pula para satgas PDIP.
Suasana duka pun menyelimuti keluarga yang ditinggalkannya, antara lain istri almarhum, Sri Rochani dan seorang anaknya. Demikian juga keluarga besar termasuk saudara-saudara kandung Jarot juga terlihat di rumah duka. Sementara, dari Pemkab Sleman yang hadir, Bupati Sri Purnomo dan wakilnya Yuni Satia Rahayu, serta beberapa anggota DPRD Sleman.
Sebelum jenasah Jarot diberangkatkan dengan ambulans, Bupati Sri Purnomo sempat mengimami solat jenasah bersama beberapa pejabat lain dan masyarakat. Usai solat jenasah, Bupati mengucapkan rasa bela sungkawanya kepada keluarga. Dia mengakui, sosok Jarot merupakan pria yang luas pergaulannya sehingga banyak teman dan dekat dengan masyarakat.
"Dia orang yang tidak membeda-bedakan dalam bergaul atau berkomunikasi, jadi itu positif," kata Bupati Sri Purnomo.
Meninggalnya Jarot Subiantoro memang merupakan pukulan bagi keluarganya. Dia menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (27/7) pukul 15.15, setelah menjalani perawatan selama lebih kurang enam hari di rumah sakit panti Rapih Yogyakarta.
Kakak kandung Jarot, Gunanto mengatakan, sejak dua bulan lalu Jarot mengeluh pusing kepala, lalu kebingungan, dan perut kembung. Namun, sejauh ini dokter belum dapat menemukan Jarot sakit apa.
"Akhirnya sempat bolak-balik ke RS Panti Rini, RSUP dr Sarjito dan terakhir enam hari di Panti Rapih, hingga meninggal," kata Gunanto.
Menurutnya, Jarot adalah sosok yang bijak dan dapat memberi motivasi bagi keluarga. Rasa kehilangan atas meninggalnya Jarot pun terlihat dari sikap beberapaa anggota keluarga yang hanya bisa menangis ketika jenasah diberangkatkan dengan ambulans, pukul 14.00, ke tempat pemakaman setempat yang jaraknya beberapa ratus meter dari rumah duka.
Berdasarkan catatan, Jarot pernah tersangkut kasus buku ajar semasa menjabat sebagai Ketua DPRD Sleman saat Bupati dijabat Ibnu Subiyanto. Jarot sempat ditahan di Lapas Sleman sekitar tiga tahun. Pertengahan tahun lalu dia bisa menghirup udara bebas.
Informasi dihimpun sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jarot setelah bebas dari lapas tak lagi aktif di parpol PDIP namun menekuni usaha ayam. (*)
Baca tanpa iklan