136 Titik Rawan Longsor di Sumedang
Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang kondisi alamnya berbukit-bukit, sangat rawan bencana alam
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG -- Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang kondisi alamnya berbukit-bukit, sangat rawan bencana alam. Menurut data dari Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sumedang, tercatat ada 136 titik rawan bencana alam yang tersebar di 26 kecamatan di Sumedang.
Jatinangor sendiri menurut data yang diterbitkan Badan Geologi masuk kawasan yang aman dari bencana longsor di Sumedang.
Dalam peta kerentanan gerakan tanah yang diterbitkan Badan Geologi ada 90 desa yang rawan longsor. Daerah itu tersebar di 21 kecamatan sehingga hanya lima kecamatan yang aman dari bencana longsor, yaitu Jatinangor, Tanjungsari, Sumedang Utara, Cimalaka, dan Ujungjaya.
Gerakan tanah yang terjadi di 90 desa itu masuk kategori menengah tinggi. Menurut data Badan Geologi, daerah yang masuk kategori menengah berada di daerah yang berbatasan dengan sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan.
Adapun yang masuk zona kerentanan tinggi terjadi akibat gerakan tanah lama maupun baru yang aktif bergerak akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat.
Selain sudah masuk daerah yang rentan bencana longsor, perilaku warga di kawasan lereng juga memicu terjadinya longsor. Pengolahan lahan yang dilakukan masyarakat sangat berpengaruh pada tingkat kerawanan longsor.
Di kawasan lereng itu banyak yang membuat sawah dan kolam. Sementara di bawah lereng dibuat perkampungan.
Baca tanpa iklan