Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Empat Hektar Jagung di Lembata Mengering

Akibat kerusakan mesin pompa air seminggu lalu, jagung untuk pembibitan milik lima kelompok tani di Tanameang, Desa Laranwutun-Ileape

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu

TRIBUNNEWS.COM, LEWOLEBA - Akibat kerusakan mesin pompa air seminggu lalu, jagung untuk pembibitan milik lima kelompok tani di Tanameang, Desa Laranwutun-Ileape, Lembata, terancam mengering. Sudah seminggu terakhir jagung yang sudah berumur sekitar satu bulan itu tidak disiram dan daunnya mengering.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Lembata sementara ini sedang mengupayakan perbaikan peralatan pompa.

Informasi yang diperoleh dari dua anggota Poktan di lokasi, Rabu (1/8/2012), pompa airnya masih baik. Hanya saja dratnya sangat keras sehingga susah dibuka. Sedangkan mesin pompanya sendiri sudah rusak sehingga perlu diganti dengan mesin yang lain.

"Kami dengar mesinnya akan diambil dari Waikomo. Karena sekarang di sana lahan pertanian sudah semakin sempit," kata salah satu anggota Poktan.

Disaksikan Pos Kupang (Tribun Network), jagung-jagung yang ditanam di dalam petak masih terlihat segar. Sedangkan sebagian besar di lahan miring, jagung sudah layu dan mengering.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Lembata, Bediona Feliks, kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (31/7/2012) mengungkapkan, kebun bibit rakyat itu adalah program provinsi. Dinas Pertanian Kabupaten Lembata hanya membantu memfasilitasi dengan poktan.

Rekomendasi Untuk Anda

Didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Maria Lengari, Feliks menambahkan, kurang lebih 60 orang tersebar di lima poktan. Luas lahan sebesar empat hektar.

"Lahan pembibitan jagung di Tanameang itu sudah layu. Itu karena mesin pompanya rusak. Itu tanaman jagung musim panas untuk pembibitan," kata Feliks.

Saat ini, tenaga teknis dinas pertanian sudah berupaya memperbaiki alat dan diharapkan dalam waktu dekat sudah bisa beroperasi lagi.

Sebagai kebun bibit rakyat, kata Feliks, setelah panen nanti sebagian hasil panen petani itu akan diserahkan dan dijual kembali kepada pemerintah sebagai bibit.

Baca Juga:


Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas