Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Parkir Marak Pendapatan Menurun

kendaraan yang parkir di tempat terlarang termasuk parkir liar sehingga pendapatan tidak masuk ke UPT Parkir .

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, - Parkir badan jalan selama bulan puasa marak hampir semua badan jalan dipenuhi parkir seperti sekitar Pasar Baru, Kepatihan, Dewi Sartika, Asia Afrika dan Jalan lainnya.

Ironisnya, mobil dan motor yang parkir di Jalan Otto Iskandardinata sekitar Pasar Baru, Kepatihan dan Asia Afrika berada sepanjang rambu dilarang parkir. Bahkan tepat dibawah larangan parkir pun bertumpuk kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Nasrul Hasani mengatakan, kendaraan yang parkir di tempat terlarang termasuk parkir liar sehingga pendapatan tidak masuk ke UPT Parkir .

"Parkir liar di bulan suci bertambah dua kali lipat yang semula hanya 15 titik kini bertambah sekitar 30 titik," ujar Nasrul di Balai Kota, Kamis (2/8/2012).

Nasrul mengatakan banyaknya parkir liar otomatis pendapatan parkir turun tapi tidak begitu besar.

Nasrul mengatakan, pengguna kendaraan banyak memilih parkir liar karena lokasinya berdekatan dengan pusat perbelanjaan dan tempat keramaian.

"Pendapatan normal dari sektor parkir di badan jalan perharinya rata-rata sekitar Rp 16 juta hingga Rp 17 juta, tapi maraknya parkir liar menurun menjadi sekitar Rp 15 juta per hari," ujar Nasrul.

Rekomendasi Untuk Anda

Nasrul mengaku tak bisa bertindak terhadap parkir liar karena bukan wewenangnya. "Parkir liar melanggar rambu lalu lintas, kami tidak punya surat tilang," ujar Nasrul. (tsm)

Berita  Terkait :

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas