Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Takalar Tewas Ditabrak Menantu Bupati Jeneponto

Muhammad Haritsah, Warga Kecamatan Binamu, Jeneponto, yang juga anak menantu Bupati Jeneponto, Radjamilo

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM TAKALAR,--Muhammad Haritsah, Warga Kecamatan Binamu, Jeneponto, yang juga anak menantu Bupati Jeneponto, Radjamilo, ditetapkan tersangka setelah menjalani pemeriksaan intensif, setelah menjadi pelaku kasus laka lantas di Lingkungan Bontomate'ne, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Rabu (1/8/12) sekitar pukul 12.00 wita.

Insiden ini menewaskan, Ica Lestari (18), warga Desa Bontolebang, Polobangkeng Selatan, Takalar dan melukai Muhammad Imran (20), warga Desa Baba, Polobangkeng Selatan, Takalar.

Ica tewas di RSUD Pandjonga Dg Ngalle, Takalar, setelah 20 menit tak sadarkan diri sejak tabrakan di desa yang berada tak jauh dari gerbang Kota Takalar, atau sekitar 2,5 km sebelum ibu kota Takalar.

Baik sepeda motor korban, maupun mobil Inova milik Haritsah saat ini diamankan oleh Kepolisian Resort (Polres) Takalar sebagai barang bukti di Mapolres Takalar.

" Keduanya dari arah yang berlawanan. Pengendara sepeda motor dari arah atas (Jeneponto) menuju Takalar, sementara mobil dari arah Gowa," kata Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Takalar , AKP Abd Halim yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (1/8/12).

Kapolres Takalar, AKBP Nasrun yang coba dimintai keterangannya, sekitar 2 jam setelah insiden mengaku belum mengetahui persis kasus ini. Kapolres memastikan proses hukum dari kejadian ini akan tetap berjalan.

"Saya belum tahu kalau dia menantu bupati maupun dia anak pejabat. Hukum tidak akan memandang itu, prosesnya akan tetap jalan," kata Kapolres Takalar, AKBP Nasrun.

Rekomendasi Untuk Anda

Ashari Fakshsiri Radjamilo, kakak ipar Haritsah, yang dikonfirmasi Tribun, petang kemarin, mengaku jika keluarganya ditimpa musibah.

"Ini murni kecelakaan, sama seperti pengguna dan warga negara lain," kata Ashari yang di Jeneponto akbar disapa Karaeng Raja itu

Berita  Terkait :

.

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas