Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Agus Anak yang Bertanggung Jawab

masih menyisakan duka bagi keluarga korban tewas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNNEWS.COM  SAMARINDA,  - Peristiwa meledaknya Landing Craft Tank (LCT) pengangkut BBM di Dermaga Khusus PT Pertamina UPMS VI Jumat (3/8/2012) lalu masih menyisakan duka bagi keluarga korban tewas. Jerit tangis kembali terdengar dari kamar mayat RSU A Wahab Syahranie. Kali ini, histeria kehilangan datang dari keluarga Agus Suriyadi, korban tewas akibat ledakan LCT yang baru ditemukan Minggu (5/8/2012) pagi kemarin.

Aco pun mengaku tak memiliki firasat apapun jelang kepergian putranya tersebut. Keluarga, kata Aco, berusaha mengikhlaskan kepergian Agus. "Kita ingin sekarang supaya jenazah ini cepat diurus, diterbangkan agar bisa segera dimakamkan," tandasnya.

Sementara Dullah, sepupu korban, menuturkan Agus merupakan sosok yang ceria. "Pokoknya ramai kalau dia (Dullah) ikut ngumpul," kenang Dullah.

Menurut Dullah, saat tiba di Samarinda, keluarga Agus dari Sulsel terus meminta pihak-pihak terkait untuk menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian. Pasalnya, lanjut Dullah, keluarga memiliki firasat kalau Agus jenazah Agus jatuh ke sungai.

"Dari awal memang keluarga minta dicari di sungai. Soalnya saat itu ada yang bilang kalau masih ada korban yang belum dievakuasi dari mesin kapal. Tapi kita tidak percaya, karena menurut keluarga, Agus ada di sungai," pungkasnya. (*)

Baca  Juga  :

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas