Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pasangan Mesum Ini Berontak

Tiga pasangan muda mudi menangis histeris saat dipergoki oleh puluhan polisi dari Polres Kolaka Sulawesi Tenggara di dalam kamar hotel kelas melati.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM, KOLAKA - Tiga pasangan muda mudi menangis histeris saat dipergoki oleh puluhan polisi dari Polres Kolaka Sulawesi Tenggara di dalam kamar hotel kelas melati. Mereka tertangkap basah sedang berbuat mesum di bulan suci Ramadhan ini.

Bahkan, saat tertangkap, salah satu PSK menagis histeris bersembunyi di bawah tempat tidur dalam kamar hotel kelas melati itu. Para pasangan mesum ini semakin berontak saat digiring untuk naik ke mobil Dalmas Kolaka, dan dua di antara PSK yang tertangkap berusaha menelepon seseorang untuk menyelamatkan dirinya dari penangkapan tersebut.

Sementara untuk pasangan laki-lakinya terlihat pasrah saat digiring naik ke mobil Dalmas. PSK yang tertangkap ini masing-masing bernama Mr (26), Bg (20), dan Ir (27) serta tiga pemuda hidung belang yang berinisial Am (30), Pn (27) dan An (25).

Parahnya lagi, di antara tiga pasangan mesum ini tak satu pun yang mampu menunjukkan identitas mereka berupa KTP atau SIM. Ipda Halipung yang memimpin operasi tersebut mengatakan kalau para PSK ini merupakan pemain lama yang memang kerap kali tertangkap dalam razia penyakit masyarakat.

"Kalau kita lakukan penyisiran hotel kelas melati, mereka yang perempuannya ini selalu saja ada. Makanya tadi kita sempat kesal karena mereka muncul lagi. Tapi mereka ini tetap kita bawa ke kantor untuk kembali diberi pembinaan dan nantinya akan mendesak pihak Dinsos untuk membina secara benar dan sesuai dengan prosedur terhadap para PSK ini," ungkapnya, Jumat (03/08/2012).

Dia juga menekankan kalau keberadaan mereka ini sudah menjadi kejengkelan tersendiri bagi warga.  "Banyak warga yang keluhkan hotel-hotel kelas melati tersebut. Makanya para pemiliknya itu kita berikan teguran yang keras agar ikut menghormati bulan puasa ini," tegasnya.

Operasi penyakit masyakat tersebut akan terus dilakukan hingga tiga hari menjelang lebaran. Pihak kepolisian juga melakukan penyisiran di beberapa sudut pantai yang ada di Kolaka yang ditengarai sering dijadikan tempat mabuk oleh kalangan pemuda Kolaka, karena posisi pantai tersebut gelap gulita, salah satunya adalah pantai Berty.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas