Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perajin Tahu Bulat Belum Tingkatkan Produksi

Para perajin tahu bulat Ciamis belum meningkatkan produksi mereka,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, CIAMIS -- Para perajin tahu bulat Ciamis belum meningkatkan produksi mereka, meski harga kedelai turun dari Rp 8.500 jadi Rp 7.500 per kg dalam seminggu ini. Penyebabnya belum diketahui.

"Mungkin karena puasa, mungkin juga karena modal sudah banyak tersedot setelah berbulan-bulan harga kedelai naik tajam dan mahal," kata Guru Syarif, perajin tahu bulat  Kayahu di Tanjakan Alin Ayin, Jalan Raya Ciamis-Kawali kepada Tribun, Senin (6/8/2012).

Sebanyak 11 unit usaha pembuatan tahu bulat di Tanjakan Alin Ayin Desa Jelat Kecamatan Baregbeg dan  Desa Muktisari Kecamatan Cipaku selama kedelai mahal mencoba tetap bertahan dengan cara menurunkan kapasitas produksi.

"Seperti saya yang dalam kondisi normal membutuhkan satu ton kedelai per hari. Tapi sejak  mulai naik enam bulan lalu, tiap hari hanya menghabiskan lima kuintal kedelai. Sampai hari ini masih lima kuintal per hari. Yang penting usaha tetap jalan, dan pekerja bisa mendapat hasil," papar Guru Syarif yang memasarkan tahu bulat mentah ke Bekasi, Cirebon dan Pangandaran ini.

Walau harga kedelai turun sampai Rp 7.500 per kg, menurut Guru Syarif, harga masih mahal dan masih membebani para perajin. "Idealnya harga kacang kedelai Rp 6.000 per kg. Seperti harga akhir tahun 2011 lalu, sebelum melejit sampai Rp 8.500 per kg," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas